Unduh Aplikasi

BKSDA: Kawanan Gajah Turun ke Pemukiman karena Ilegal Loging

BKSDA: Kawanan Gajah Turun ke Pemukiman karena Ilegal Loging
Kondisi gubuk di kebun warga yang dirusak gajah liar. Foto: Ist

ACEH UTARA - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, menyebutkan salah satu faktor turunnya kawanan gajah ke pemukiman masyarakat karena adanya ilegal loging di kawasan itu. Sehingga kawanan gajah terpaksa pindah dan mencari habitat ketempat lain.

"Ketika ada kegiatan yang merusak alam dan menganggu habitat mereka, maka dengan sendirinya kawanan gajah akan berpidah- pindah tempat," kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto melalui Kasi Dedi Irvansyah kepada AJNN, Jumat (11/1), sore.

Terkait persoalan adanya informasi puluhan gajah liar yang masuk kepemukiman warga di kawasan Simpang Kramat Aceh Utara, Dedi mengaku belum memperoleh laporan secara konkrit.

"Informasinya sih begitu, namun hingga saat ini kita belum mendapat laporan resmi terkait kawanan gajah liar yang masuk ke pemukiman dan merusak tanaman warga di Aceh Utara," kata Dedi.

Ia mengatakan, sebelumnya pihak BKSDA Aceh sudah mendapat laporan terkait keberadaan kawanan gajah dikawasan itu. Namun, setelah pihak BKSDA turun bersama tim ke lokasi tanggal 4 Januari 2019 disimpulkan bila daerah tersebut merupakan lintasan kawanan gajah yang terdapat beberapa sungai kecil.

"Kawasan tersebut merupakan lintasan kawanan gajah. Gajah tersebut turun karena habitatnya telah terganggu oleh kegiatan yang merusak alam," jelasnya.

Baca: Gajah Liar Rusak Puluhan Hektare Kebun Warga di Aceh Utara

Dedi juga mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut tetap siaga dan waspada, tidak perlu panik.

"Usahakan bagi yang berkebun di kawasan itu untuk pulang lebih awal bila kawanan gajah tersebut masih berada dikawasan itu. Bilapun ingin membuat kawanan gajah itu pindah cukup dengan menggunakan meriam dan bunyian dentuman keras lainnya," katanya.

Dedi berjanji pihaknya akan mencari solusi terkait gajah masuk pemukiman, salah satunya dengan turun ke lokasi.

"Kita tunggu laporan resmi aja dulu. Bila lapornnya sudah masuk nanti kita pasti cari solusinya," terannya.

Sementara itu, Camat Simpang Kramat, Iskandar kepada AJNN, menyebutkan, sejauh ini pihaknya baru melakukan pendataan dan sudah membuat laporan kepada dinas terkait dan Bupati Aceh Utara, untuk dibuat surat resmi kepada pihak BKSDA Aceh," pungkasnya.

Komentar

Loading...