Unduh Aplikasi

BKM Masjid Al Fitrah: Kami Hanya Menyediakan Tempat untuk Kajian

BKM Masjid Al Fitrah: Kami Hanya Menyediakan Tempat untuk Kajian
Aksi pemukulan yang terjadi di dalam Masjid Al Fitrah. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Fitrah Keutapang Banda Aceh menegaskan bahwa mereka hanya menyediakan tempat untuk kajian yang diisi oleh Ustaz Dr Firanda Andirja Abidin, dan bukan selaku pengundang.

"Kami penyedia tempat, yang mendatangkan itu panitia resmi dari pemerintah juga. Kami kan berpikir begitu, kami sepanjang tidak ada pemberitahuan dari panitia itu acara harus dibatalkan, kami ya siap menyediakan tempat saja, begitu," kata Ketua BKM Masjid Al Fitrah, Muslim saat dikonfirmasi AJNN, Sabtu (15/6).

Muslim mengatakan, di masjid Al-Fitrah memang sering dilaksanakan kajian-kajian, terutama kajian sunnah yang menyandarkan semua peribadatan atau dakwah berdasarkan Alquran dan hadist.

Muslim menyebutkan, kedatangan Ustaz Firanda tersebut karena mereka mendapat tawaran seperti biasa, dan itu merupakan hal yang biasa. Mengingat banyak ustaz lain sebelumnya menyampaikan dakwah juga disana.

"Kami sudah terbiasa sekali didatangi berbagai Dai. Baik itu Dai lokal, nasional, maupun internasional. Syaikh dari Yaman, dari Arab Saudi, itu sering datang ke masjid kami menyampaikan dakwah,” ujarnya.

"Kalau kehadiran Ustaz Firanda ini yang mengundang pemerintah, dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA)," sambung Muslim.

Selama ini, kata Muslim, BKM masjid Al Fitrah memang tidak pernah secara khusus mengundang ustad dari luar daerah, kecuali Dai lokal. Misalnya dari Matang, Bireuen, pernah  diundang secara khusus.

“Kalau undang secara khusus dari luar kan masjid tidak mampu menyediakan akomodasi dan lain sebagainya," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Muslim menjelaskan bahwa saat peristiwa pembubaran pengajian tersebut, jamaah sudah mulai resah saat adanya kegaduhan di luar sekitar 15 menit pengajian baru berjalan. Namun, Ustaz Firanda tetap tenang dan melanjutkan kajian.

Kemudian ada yang berusaha menahan lajunya massa yang datang, dan disitulah sempat terjadi sedikit keributan. Lalu panitia yang membawa Firanda ke masjid, membawa ustad itu keluar sebelum salat isya.

"Setelah salat Insya, keributan berlanjut, pembatas salat wanita itu sempat dirusak hingga patah, ada yang main pukul-pukul di dalam. Karena bagaimana pun, kalau dipukul begitu orang kan spontan melawan," terangnya.

Setelah itu, tambah Muslim, sekira pukul 11.00 WIB lewat, dirinya dan Suyanto,  perwakilan BKM Al-Fitrah dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dimintai keterangan. Dan disana juga terlihat beberapa perwakilan dari kepanitiaan yakni Noval dan Askar serta satu orang lainnya.

"Kira-kira sebelum jam 24.00 WIB ya, saya dan pak Yanto dan bapak satu lagi yang saya tak tahu namanya itu, boleh pulang. Sementara Noval dan Askar itu masih memberikan keterangan," pungkasnya.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...