Unduh Aplikasi

Bisnis Air Kendali Sipir

Bisnis Air Kendali Sipir
Ilustrasi: bisnis kompas

KONDISI Rumah Tahanan Sigli mulai pulih usai kericuhan menjelang Idul Fitri lalu. Namun hendaknya ada tim independen khusus untuk  menginvestigasi kasus ini hingga penyebab kericuhan terungkap dan di masa mendatang, hal ini tidak terulang. Tidak hanya di Sigli, namun juga di penjara-penjara lain di Aceh dan seluruh nusantara.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Aceh Meurah Budiman mengatakan bahwa kericuhan ini dipicu perkara kecil; sipir di penjara itu mengambil mesin dispenser dari setiap kamar di penjara itu.

Tahanan mengamuk. Mereka menilai tindakan ini sebagai kesewenang-wenangan. Apalagi, dispenser itu memang diberikan ke seluruh kamar di penjara. Bukan hasil jual beli fasilitas yang lazim di dalam penjara di seantero Tanah Air.

Tentu sulit menerima mentah-mentah pernyataan Meurah. Apalagi, berkaca pada kerusuhan-kerusuhan di dalam penjara, ada cerita besar dengan pemain besar yang melatarbelakangi kericuhan. Satu di antaranya di Sigli.

Sumber media ini menyebut penarikan dispenser ini terkait dengan bisnis kantin penjara. Untuk bisa mengelola kantin, setoran yang dipatok mencapai Rp 150 juta per tahun. Pemberian dispenser ini mengurangi omzet kantin yang berujung pada usulan untuk menarik dispenser dari setiap kamar.

Padahal para tahanan sangat terbantu dengan keberadaan mesin pemanas dan pendingin air di kamar mereka. Untuk membuat minuman instan atau makanan instan, mereka cukup membeli produk kemasan dan menyedu dengan air panas. Ini adalah hak para tahanan yang memang harus disediakan oleh pengelola penjara.

Namun ternyata, urusan bisnis lebih penting ketimbang memenuhi hak tahanan. Di tengah kesulitan hidup di dalam penjara yang serba mahal, mereka juga diperas untuk memenuhi kebutuhan orang-orang berpengaruh di penjara. Inilah yang seharusnya diungkap oleh tim independen. Karena jika berharap dari tim kementerian hukum, pengungkapannya patut diduga sarat “main mata”.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...