Unduh Aplikasi

Beton Pembatas Jalur Pejalan Kaki di Bantaran Sungai Krueng Daroy Dirusak OTK

Beton Pembatas Jalur Pejalan Kaki di Bantaran Sungai Krueng Daroy Dirusak OTK
Satu unit beton pembatas di bantaran sungai Krueng Daroy Patah. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Satu unit beton pembatas jalur pedestarian (jalur pejalan kaki) di bantaran sungai Krueng Daroy dekat jembatan taman budaya Banda Aceh terlihat rusak (patah) beberapa hari belakangan ini.

Beton pembatas dan bangunan lainnya di bantaran sungai Krueng Daroy tersebut baru selesai dibangun pada 2018 lalu melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) oleh Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bekerjasama sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Banda Aceh, Jalaluddin membenarkan adanya satu unit beton pembatas yang patah di pintu masuk jalur pedestarian daerah bantaran sungai Krueng Daroy dekat jembatan taman budaya itu.

Namun, kata Jalaluddin, beton itu rusak bukan karena bangunannya tidak bagus, tetapi sengaja dirusak dan dibongkar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Iya benar, saya sudah pergi cek ke lokasi, itu dibongkar, kami juga lagi cari siapa yang membongkar itu," kata Jalaluddin saat kepada AJNN, Jum'at (1/3).

Terkait kerusakan itu, Jalaluddin meminta pihak Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Aceh mau memperbaikinya kembali hingga sempurna.

Sementara itu, Kasatker PKP Aceh, T Davis F Hamid juga menyampaikan hal yang sama, kata dia, beton pembatas di bentaran Krueng Daroy tersebut patah karena ada perusakan.

Davis menuturkan, pembangunan program Kotaku di bentaran sungai Krueng Daroy itu digunakan untuk pejalan kaki dan sepeda, karena itu dibuatkan pembatas agar tidak bisa dilewati kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil).

"Itu memang perusakan, mungkin ada orang yang ingin masuk dengan kendaraan roda dua, karena tidak bisa masuk, makanya mungkin dirusak," ujar T Davis saat dikonfirmasi AJNN, Sabtu (2/3).

"Peruntukan pembangunan di bantaran sungai Krueng Daroy itu untuk perjalan kaki dan sepeda," sambungnya.

Namun, lanjut Davis, beton tersebut sudah diperbaiki oleh warga setempat atas inisiatif mereka sendiri, tetapi memang belum begitu sempurna. Kedepan ia berjanji segera memperbaikinya, apalagi bangunan itu masih dalam masa pemeliharaan.

"Tapi memang belum sempurna perbaikannya, itu masih dalam masa pemeliharaan dan kita akan memperbaikinya secara sempurna," tuturnya.

Selain itu, Davis meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menjaga serta merawat bangunan yang sudah dibangun melalui program Kotaku tersebut.

"Kita harapkan Pemko mau memantau dan merawatnya," tutup Davis.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...