Besok, Hajril Kembali ke Babun Najah

Besok, Hajril Kembali ke Babun Najah
Foto: babunnajah.sch.id
BANDA ACEH – “Alhamdulillah, bisa sekolah lagi. Terima kasih banyak sudah membantu saya. Saya akan fokus sekolah dan belajar yang rajin agar orang yang membantu saya merasa bangga.”

Itu adalah ungkapan syukur Hajril lewat sambungan telepon usai mengetahui dirinya akan kembali bersekolah di Pesantren Babun Najah, Ulee Kareng, Banda Aceh. Santri kelas dua aliyah itu berencana segera kembali ke pesantren setelah seminggu lebih berada di rumah pamannya, di Saree, Aceh Besar.

Adalah Safaruddin, Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, terketuk hatinya. Usai membaca kisah Hajril di media ini, Nyak Tafar--demikian dia biasa disapa--segera meminta Facrurazhi, wakil sekretaris YARA, mendatangi pesantren itu untuk menyampaikan pesan bahwa YARA akan menyelesaikan tunggakan uang sekolah Hajril sebesar Rp 6 juta.

Facrurazhi mengaku prihatin kepada Hajril. Hajril dan anak-anak Aceh, kata dia, adalah contoh kecil dari masih banyak yang terancam tak sekolah di tengah gelimang kekayaan yang dikelola Pemerintah Aceh.

“Sebenarnya ini tugasnya pemerintah untuk membiayai pendidikan setiap anak. Namun kami juga merasa terpanggil. Apalagi anaknya (Hajril) pintar, masak gara-gara uang harus putus sekolah,” kata Facrurrazhi.

Facrurazhi berharap agar pemerintah lebih peduli lagi terhadap pendidikan anak di Aceh. Informasi pendidikan Hajril dan anak-anak tak mampu harusnya segera diketahui pemerintah dengan menerapkan basis data kependidikan yang terperinci sehingga anak-anak ini terjamin masa depannya.

Tak hanya tunggakan, YARA juga menanggung seluruh biaya sekolah Hijril sampai pelajar putri itu menyelesaikan pendidikan di Babun Najah. “Semoga tidak ada lagi anak putus sekolah karena tidak ada biaya,” kata Facrurrazhi.
data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...