Unduh Aplikasi

Besok, DKPP Putuskan Pengaduan Jumlah Caleg di Aceh  

Besok, DKPP Putuskan Pengaduan Jumlah Caleg di Aceh  
Surat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Photo: Ist

BANDA ACEH - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjadwalkan pembacaan putusan atas pengaduan yang disampaikan oleh Imran Mahfudi terhadap Ketua KPU RI, Rabu, (2/02/19).

Laporan dilayangkan calon anggota legislatif DPRA Perjuangan Dapil Aceh 9 dengan nomor yang teregisttasi dengan nomor perkara 227/DKPP-PKE-VII/2018 dijadwalkan digelar pukul 13.30 WIB.

Adapun yang menjadi pokok pengaduan terkait tindakan Ketua KPU yang memberlakukan jumlah caleg secara berbeda antara Partai Nasional dengan Partai Lokal dalam Pemilu Tahun 2019. Tindakan tersebut dinilai Imran bertentangan dengan kode etik penyelenggara pemilihan umum, dimana salah satunya adalah kewajiban memperlakukan secara adil setiap peserta pemilu.

Imran Mahfudi. Photo : Ist

Imran Mahfudi, selaku pengadu meminta kepada DKPP untuk memerintah KPU RI agar mengoreksi keputusan jumlah caleg, yaitu dengan menyamakan jumlah caleg antara Parnas dan Parlok di Aceh dalam Pemilu 2019.

"Saya optimis, bahwa DKPP akan mengabulkan pengaduan yang saya sampaikan karena dalam persidangan peristiwa yang saya dalilkan dapat dibuktikan, namun kita tunggu besok bagaimana putusan yang akan dibacakan DKPP.

Seperti diberitakan, Imran Mahfudi melaporkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Arief dilaporkan terkait surat kuota caleg sebanyak 120 persen dari jumlah kursi bagi bagi Partai Lokal yang dikirim KPU kepada DPRA.

Baca: Ketua KPU Dilaporkan ke DKPP

"Akibat surat itu, KIP Aceh telah memberlakukan jumlah caleg untuk Partai Lokal sebanyak 120%. Tindakan ini menimbulkan ketidakadilan bagi partai nasional, yang jumlah calegnya 100 persen dari jumlah kursi," kata Imran Fuadi kepada AJNN, Rabu (10/10).

Komentar

Loading...