Unduh Aplikasi

Berkas Wanita Pencabul Lima Bocah Dilimpahkan ke Jaksa

Berkas Wanita Pencabul Lima Bocah Dilimpahkan ke Jaksa
Foto: Ist

ACEH UTARA- Berkas kasus pencabulan lima bocah di Aceh Utara dengan tersangka guru ngaji di salah satu dayah berinisial N (31) sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Dengan begitu, kasus yang sempat menghebohkan warganet tersebut kini menunggu masa penuntutan dan persidangan di Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara.

Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu Rezky Kholiddiansyah menyebutkan, saat ini penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menunggu hasil pemeriksaan berkas oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menentukan langkah selanjutnya.

Baca: Perempuan 30 Tahun di Aceh Utara Cabuli Lima Bocah

“Kita tunggu hasil pemeriksaan berkas oleh Jaksa JPU. Bila nanti jaksa bilang bahwa harus dilengkapi dengan pemeriksaan saksi ahli dari psikolog atau dokter spesialis jiwa, maka kita akan lengkapi lagi,” kata Rezky.

Dia menyebutkan, pemeriksaan oleh ahli psikologi dibutuhkan waktu observasi terhadap tersangka selama 14 hari. Sehingga, jika dilakukan pemeriksaan oleh psikolog maka tersangka harus dibantarkan (penundaan penahanan sementara waktu).

Baca: Penyidik Periksa Psikologis Wanita Pencabul Lima Bocah di Aceh Utara

“Ahli psikolog butuh waktu 14 hari untuk observasi kondisi kejiwaannya, barulah bisa menyimpulkan apakah yang bersangkutan mengalami ganguan jiwa atau tidak. Namun, kita tunggu nanti arahan dari jaksa,” sebutnya.

Sejauh ini dari laporan yang kita terima hanya lima korban yang dicabuli pelaku, Lima anak itu berinisial M (8), MK (8), SS (11), ketiganya laki-laki. Dua lainnya perempuan, yaitu NK (8) dan AL (9).

“Sampai saat ini hanya lima korban, tidak ada laporan tambahan untuk kasus itu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Seorang perawan tua berinisial NUS (30), warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, ditangkap polisi atas kasus pencabulan terhadap lima bocah di bawah umur asal desa setempat. Tekuaknya kasus cabul oleh oknum guru salah satu balai pengajian tersebut berkat laporan masyarakat dan pihak orang tua korban ke Mapolres Aceh Utara, pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Wakapolres Kompol Edwin Aldro didampingi Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah menyebutkan, perbuatan asusila tersangka NUS, yang berstatus masih perawan dan juga oknum guru ngaji itu terungkap pada 12 Desember 2018 lalu. Dimana masyarakat dan orang tua korban melaporkan ke Mapolres Aceh Utara.

Komentar

Loading...