Unduh Aplikasi

Berkas Tahap II Keuchik Gelumpang VII Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Berkas Tahap II Keuchik Gelumpang VII Segera Dilimpahkan ke Jaksa
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, akan segera melimpahkan berkas perkara tahap II Keuchik Gampong Glumpang VII, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, berinisial US ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon pada Rabu (28/11) mendatang.

US yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka karena telibat tindak pidana berupa pemalsuan tanda tangan berita acara persetujuan perencanaan dan perbaikan rancangan qanun APBG 2017 lalu.

Kapolres Aceh Utara AKPB Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan, pasca-penetapan US sebagai tersangka. Pelaku langsung ditahan di Mapolres Aceh Utara guna proses penyelidikan lanjutan. Dan sementara tahab dua akan dilimpahkan ke Jaksa pada Rabu mendatang.

“Iya, tahap II akan kami limpahkan pada Rabu lusa,” ungkat Rezki kepada AJNN, Senin (26/11).

Baca: Palsukan Tanda Tangan, Keuchik Gampong Glumpang VII Tersangka

Dikabarkan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Utara, menetapkan Keuchik Gampong Glumpang VII, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, berinisial US sebagai tersangka. Pasalnya, pelaku melakukan tindak pidana berupa pemalsuan tanda tangan berita acara persetujuan perencanaan dan perbaikan rancangan qanun APBG 2017 lalu.

“Iya benar. Jadi pada tahun 2017 lalu, tersangka memalsukan tanda tangan anggota Tuha Peut Gampong Glumpang VII, atas nama M Yakob pada perencanaan dan perbaikan rancangan qanun APBG 2017 lalu,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim Iptu Kholidiansyah, kepada AJNN, Kamis (25/10).

Tambahnya, pemalsuan tanda tangan itu dilakukan karena setiap kepala desa yang ingin mengajukan perencanaan pencarian dana desa harus membuat rancangan qanun. Dan berita acara itu harus disetujui oleh anggota Tuha Peut. Namun. Tersangka malah melakukan pemalsuan tanda tangan tersebut, dan tidak meminta izin sebelumnya kepada m Yakob (korban pemalsuan tanda tangan).

“Laporan itu masuk ke kita pada Juni 2018 lalu, adapun barang bukti yang kita amankan berupa berita acara rancangan perbaikan qanun APBG 2017 tersebut. barang bukti tersebut juga sudah kita periksa ke labolatorium forensik (Labfor) dan hasilnya non-indentik,” ungkap Kasat.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut, tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...