Unduh Aplikasi

Berkas P21,  Jaksa Tahan Bekas Kadisdik Aceh Jaya di Rutan Kajhu

Berkas P21,  Jaksa Tahan Bekas Kadisdik Aceh Jaya di Rutan Kajhu
Kedua tersangka Korupsi Mobiler Sekolah M.Yusuf dan Faisal saat berada di Kejari Aceh Jaya.

ACEH JAYA - Tim Jaksa Kejaksaan Negeri Aceh Jaya akhirnya merampungkan berkas penyidikan kasus korupsi mobiler sekolah yang melibatkan bekas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya, M. Yusuf dan Faisal direktur CV. Kuala Calang selaku rekananan pengadaan mobiler.

Keduannya telah dititip Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Rumah Tahanan Kelas II B Banda Aceh di Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam Aceh Besar setelah berkas penyidikan keduannya dinyatakan lengkap atau P21.

Selain kedua tersangka, saat pelimpahan tahap 2, JPU juga menerima barang bukti 1 unit kendaraan roda empat Pajero Sport milik tersangka Faisal.

"Satu unit Mobil Pajero yang disita serta dokumen-dokumen yang dianggap penting untuk proses penyidikan kasus ini," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Yudhi Saputra, kepada AJNN, Rabu (5/12/2018).

Baca: Jaksa Tahan Mantan Kadis Pendidikan Aceh Jaya

Yudhi mengatakan M.Yusuf dan Faisal akan di tahan di rutan kelas II B Banda Aceh hingga 20 hari kedepan atau terhitung sejak 05 hingga 24 Desember 2018 mendatang.

"Untuk tersangkanya sejak hari ini sudah di tahan di Rutan Kelas II B Banda Aceh selama 20 hari," kata Yudhi,

Seperti diberitakan, M Yusuf dan Faisal disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Keduannya terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara karena di duga melakukan pengelembungan harga atau mark up dalam pengadaan mobiler sekolah di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya tahun 2016 itu.

Akibat perbuatan para tersangka, negara mengalami kerugian sebesar Rp. 2.362.000.000 dari total pagu anggaran sebesar Rp 5 miliar sesuai hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan BPKP perwakilan Aceh.

Komentar

Loading...