Unduh Aplikasi

AKMAL IBRAHIM, BUPATI ACEH BARAT DAYA

Berkantor di Kandang Ayam

Berkantor di Kandang Ayam
Akmal Ibrahim sedang melihat-lihat ayam miliknya. Foto: Facebook Akmal Ibrahim

BANDA ACEH - Mewujudkan diri menjadi seorang kepala daerah bukan cita-cita yang mudah diraih, jalan panjang yang penuh lika liku dan dinamika hebat sudah pasti menjadi makanannya sehari-hari, belum lagi prasangka buruk terus-menerus dikicaukan.

Dan disaat itu juga dituntut harus mampu mengorganizir dinamika itu secara baik dan benar. Pastinya terlalu banyak rintangan lain jika ingin menduduki sebuah kantor megah dan mewah itu.

Apalagi memiliki posisi sebagai 'bos' besar. Tentu sangat nyaman, apa yang diinginkan bisa langsung didapatkan hanya dengan bermodal suara, layaknya Aladin seketika meminta bantuan kepada Jin Biru si Penunggu Lampu Ajaib.

Tetapi yang harus digaris bawahi tidak semua kepala daerah berorientasi kerja di dalam gedung mewah penuh AC dengan pelayanan yang membuat diri bagaikan sang raja.

Di Aceh, ada seorang bupati yang lebih nyaman berkantor di luar bangunan ber-AC. Dia malah senang beraktivitas keluar dari markas utama ketimbang bekerja santai dalam gedung yang mewah.

Sosok itu adalah Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim. Baginya menjadi kepala daerah tidak harus selalu bekerja dan menghabiskan waktu di dalam gedung megah, karena bekerja di luar dan bisa selalu berinteraksi dengan rakyat mempunyai kenikmatan tersendiri untuknya..

Dengan berpenampilan santai dengan apa adanya itu, orang nomor satu di wilayah breuh sigupai--julukan Abdya--itu lebih sering mengisi waktu luangnya di kandang ayam mengurusi usaha yang sedang dirintisnya itu.

Usaha pertenakan itu bukan semata-mata hanya untuk kepentingan pribadinya, tapi lebih untuk membantu anak-anak yatim dan janda di kabupaten yang dipimpinya. Usaha itu juga bagian dari program peternakan ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB).

Disela-sela pekerjaannya sebagai bupati, Akmal selalu menyempatkan diri melihat kandang ayam anak yatim yang sudah mulai berjalan normal dan menghasilkan, berkat bantuan kerjasama dari pemerintah.

Pria yang senang memakai baju kaos berkerah itu mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di kandang ayam, bahkan masalah administrasi pun sering diselesaikan di kandang ayam.

"Hampir setiap harinya saya di kandang ayam, bahkan urusan administrasi juga sering dikerjakan disitu, kecuali ada yang memang dibutuhkan, baru saya selesaikan di kantor," kata Akmal Ibrahim kepada AJNN, Sabtu (10/10).

Seperti baru-baru ini, Ayahwa-panggilan baru Akmal Ibrahim--dari muda-mudi Abdya, melalui postingan akun facebooknya mengaku berencana menjadi menager pemasaran ayam KUB milik ibu-ibu anak yatim Abdya. Nantinya ayam tersebut dipasarkan ke tempat-tempat usaha rumah makan seperti restoran yang ada di Kota Banda Aceh.

"Tiap bulan, ibu-ibu anak yatim Abdya menghasilkan 10.000 ekor ayam KUB belah empat, dan akan terus bertambah. Saya adalah manager pemasaran ayam milik ibu anak yatim ini, sehingga restoran menjadi jawaban kesulitan pemasaran itu," katanya..

Bahkan, kata Akmal, di ibu kota Provinsi Aceh yakni Banda Aceh akan hadir paling tidak lima restoran ayam KUB, pasar utama ayam produksi ibu-ibu anak yatim Abdya.

Sebenarnya, misi Akmal Ibrahim dari peternakan ayam KUB bukan hanya itu saja, ia juga menargetkan Abdya menjadi produsen ayam dan telor untuk Aceh pada tahun 2020 mendatang.

Sebelumnya kata Akmal, Abdya akan menjadi produsen ayam terbesar di Aceh milik rakyat secara perseorangan, bukan dari perusahaan besar. Dan dia bermimpi kedepannya telur ayam untuk Aceh tidak lagi diimpor dari Medan, melainkan dari daerah breuh sigupai.

"Tanamkan cita-cita, tahun 2020, saya ingin truk-truk yang mengangkut ayam dan telur itu bukan lagi dari Medan, tapi dari Abdya. Kita Insya Allah bisa," ujar Akmal Ibrahim.

Walaupun sering mengahabiskan waktu di kandang ayam, ia tidak pernah luput memperhatikan masyarakat Abdya, baik pemberdayaan maupun peningkatan kesejahteraan rakyat. Dan

“Apa saja persoalan yang terjadi saya berada di depan untuk rakyat,” tegasnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin

Komentar

Loading...