Unduh Aplikasi

Bekas Markas GAM di Aceh Jaya Disulap Jadi Kampus

Bekas Markas GAM di Aceh Jaya Disulap Jadi Kampus
Peresmian STAI-PTIQ di Aceh Jaya. Foto: AJNN.Net/Suar

ACEH JAYA - Pusat Gampong Keudee Krueng Sabee, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, sekitar tahun 1998-2000, merupakan central kegiatan pergerakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk wilayah Meurehom Daya. Daerah itu komandoi oleh Komadan Operasi Abu Chaidir alias AAN.

Markas GAM tersebut hanya berjarak kurang lebih 150 meter dari Pasar Krueng Sabee. Setelah berdamai, kini lokasi tersebut dibangun Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STAI-PTIQ)

Peresmiaan STAI-PTIQ berlangsung, Sabtu (12/1) oleh Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB. Kampus tersebut berada di dalam komplek Yayasan Pusat Pendidikan Baitul Makmur. Pendirian kampus tersebut sesuai dengan surat keputusan yang dikeluarkan pada tanggal 11 Desember 2018 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam nomor 6905 tahun 2018 tentang izin alih domisili dan pindah alamat STAI-PTIQ Aceh dari Banda Aceh ke Aceh Jaya.

Dalam peresmian kampus tersebut juga turut dihadiri, Rektor UIN Ar-Raniry, Ketua STAI-PTIQ Aceh, Perwakilan Kementerian Pendidikan Islam, Pimpinan Dayah Budi Mesja Lamno Abi Asnawi, para Muspida serta ratusan masyarakat Aceh Jaya.

Irfan TB menyambut baik dan berjanji siap mendukung dan memberikan kemudahan untuk keberlansungan operasional STAI-PTIQ Aceh sesuai dengan kemampuan daerah. Pasalnya masyarakat Aceh Jaya sudah sangat lama mengidamkan ada perguruan tinggi di Aceh Jaya.

"Dulu kami pernah ada Kampus Yayasan Teuku Disabee di Desa Dayah Baro, Kecamatan Krueng Sabee dan ada juga kelas jauh kampus Serambi Mekkah yang berlokasi di Kecamatan Teunom, namun dua-duanya tidak jalan," ungkap Irfan.

Menurutnya dukungan seluruh elemen dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk keberlansungan operasional STAI PTIQ Aceh ini.

"Kami patut bersyukur dan beruntung, karena Aceh Jaya menjadi satu-satunya kabupaten yang dipilih untuk mengelola STAI-PTIQ Aceh ini," kata Irfan.

Sementara itu, salah seorang mantan kombatan GAM Wilayah Meureuhom Daya, Azhar Abdurrahman, membenarkan kalau lokasi pembangunan kampus tersebut adalah markas GAM, yang menjadi central kegiatan pergerakan GAM Wilayah Meurehom Daya.

Dikala itu, Azhar mengaku sebagai pemuda di Gampong Keude Krueng Sabee, dan mulai tertarik dengan aktifitas kombatan GAM (dulu TNA) dengan peralatan senjata pemuda gampong yang direkrut oleh Abu Chaidir alias AAN.

"Perlu saya rilis hari ini karena sebelumnya disini pernah menjadi markas GAM, dengan komando di bawah pimpinan Abu Chaidir," ungkap Azhar, yang merupakan mantan Bupati Aceh Jaya.

Lokasi tersebut berubah fungsi setelah bencana gempa dan tsunami tahu 2004. Wilayah tersebut kemudian dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk Pelayanan Bantuan Kemanusian Pasca Bencana Gempa dan Tsunami Aceh yang dikelola oleh M. Yusuf Daud alis Pak Pang.

"Aceh Jaya juga termasuk wilayah terparah bencana tsunami, jadi wilayah itu kemudian menjad tempat penampungan bantuan fisik dan non fisik yang didapat dari Hyyer dan NGO," ujarnya.

Setelah penanganan pasca rehab tekon 2009, lanjut Azhar, tempat tersebut menjadi embrio pusat kegiatan pendidikan baik itu PAUD, TK, TPA dan Balee Seumeubeut.

"Dan hingga hari ini lokasi itu dikelola oleh Yayasan Pendidikan Dayah Terpadu Baitul Makmur Krueng Sabee, kemudian menjadi STAI-PTIQ," kata Azhar yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Baitul Makmur Keude Krueng Sabee.

Komentar

Loading...