Unduh Aplikasi

Bekas Kadis (Disparbudpora) Pidie Masuk DPO Jaksa

Bekas Kadis (Disparbudpora) Pidie Masuk DPO Jaksa
Tanah dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya. Photo: Ist

PIDIE - Kejaksaan memasukkan Mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie, Drs Arifin, dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain Arifin, penyidik kejaksaan Pidie juga memasukkan nama Ibrahim Nyakmad (swasta) dalam DPO tersebut.

Langkah tersebut dilakukan jaksa setelah keduannya 'menghilang' sejak kejaksaan negeri Pidie mengusut dugaan korupsi pengadaan tanah dan trek atletik di Gampong Pante Garot, Kecamatan Indrajaya yang membelit keduannya.

Kepala seksi tindak pidana khusus (Kasipidusu) Kejari Pidie, Naungan Harahap mengatakan keduannya diketahui melarikan diri saat dijemput petugas ke rumahnya. Penjemputan terpaksa dilakukan, karena Arifin dan Ibrahim tak mengindahkan panggilan penyidik yang akan melakukan pemeriksaan.

"Sudah empat kali melayangkan surat pemanggilan melalui kepala desa masing-masing namun keduanya tidak hadir. Jadi terpaksa kita jemput dirumah tapi keduannya kabur," ujar Naungan Harahap, Selasa (4/12/2018).

Keduannya kata Naungan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut sejak 19 Oktober 2018, setelah penyidik kejaksaan menerima hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh 27 September 2018.

Sesuai hasil audit lanjut Nauangan, perbuatan keduannya merugikan negara Rp 1.186.024.000 dari total pagu anggaran untuk kegiatan tersebut sebesar Rp 2,3 miliar.

"Kedua tersangka terakhir hadir ke kantor kejaksaan pada 27 September 2018. Saat itu status keduannya diperiksa sebagai saksi," ungkap Naungan.

Menurut Naungan untuk mencari tahu keberadaan kedua tersangka pihaknya akan meminta bantuan Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie selaku pembina kepegawaian. Penyidik juga akan memantau keberadaan keduannya melalui Adhyaksa Monitoring Centre (AMC).

"Kedua tersangka sudah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 30 November," ujarnya.

Komentar

Loading...