Unduh Aplikasi

KASUS PENGGELAPAN BERAS BANTUAN

Bekas Kabid Logistik BPBD Pijay Tak Dipecat, Pemkab Sebut Belum Terima Putusan Inkrah

Bekas Kabid Logistik BPBD Pijay Tak Dipecat, Pemkab Sebut Belum Terima Putusan Inkrah
Sekda Pidie Jaya, Abd Rahman Puteh

PIDIE JAYA – Pemerintah Pidie Jaya hingga saat ini belum menerima salinan putusan tetap (Inkrah) terhadap terpidana kasus pengelapan beras bantuan bencana alam pada Badan Penenggulangan Bencana (BPBD) setempat.

Terpidana kasus pengelapan beras bantuan bencana tersebut adalah mantan Kabid Logistik BPBD Pidie Jaya, Mansur Ibrahim. Pengadilan Negeri (PN) Pidie menvonis Mansur lima tahun enam bulan penjara.  Namun Mansur melakukan upaya banding ke ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, alhasil vonis Mansur menjadi empat tahun penjara.

Melalui kuasa hukumnya, Muharramsyah kepada wartawan menyebutkan, Mansur menerima banding tersebut dan tidak melakukan kasasi lagi.

“Banding diterima, Mansur dihukum empat tahun penjara,” kata Muharramsyah, Sabtu 12 Januari 2019.

Baca: Banding Diterima, Mantan Kabid Logistik BPBD Pijay Divonis Empat Tahun Penjara

Namun, enam bulan pasca putusan PT Banda Aceh terhadap Mansur tersebut, hingga saat ini Pemerintah Pidie Jaya belum menerima salinan putusan, guna mengambil sikap tegas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat pidana, yakni pemecatan dari ASN.

“Hingga saat ini kita belum menerima salinan putusan terakhir Mansur, apakah dia mengajukan banding atau kasasi, sehingga pemecatan Mansur dari ASN belum dapat dilaksanakan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya, Abd Rahman kepada AJNN di ruang kerjanya, Senin (24/6).

Sekda Pidie Jaya menegaskan, untuk pemberhentian sementara terhadap Mansur telah dilakukan pasca yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersang ka dalam kasus pengelapan beras bantuan bencana alam tersebut.

“Pemberhentian sementara sudah dilakukan beberapa waktu lalu, untuk pemecatan sebagai ASN kita tunggu putusannya dulu, begitu salinan putusan kita terima, dia (Mansur) langsung dipecat,” tegasnya.

Komentar

Loading...