Unduh Aplikasi

Bejat! Gadis Belia di Abdya Dihamili Ayah Tirinya

Bejat! Gadis Belia di Abdya Dihamili Ayah Tirinya
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT DAYA - Bejat, kata ini layak disematkan kepada MI (31). Pasalnya ayah sambung ini tega menghamili anak tirinya, Bunga--nama samaran--berusia 11 tahun dan masih duduk di bangku sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori, SIK didampingi Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi, dan Kasat Narkoba Ipda Mahdian Siregar dalam konferensi pers, mengatakan kasus ini mencuat setelah adanya kecurigaan guru korban yang melihat kejanggalan dari perut siswanya yang tampak agak membesar, pada Senin (14/3) lalu.

“Melihat keanehan itu, salah seorang guru mencoba menanyakan langsung kepada anak didiknya tersebut. Namun ketika ditanya oleh gurunya, korban memilih bungkam,“ ungkap Moh Basori kepada wartawan di Aula Mapolres setempat, Jumat (29/3).

Merasa curiga, gurunya tersebut meminta untuk memegang perut korban serta memeriksanya. Sebagai seorang wanita, kecurigaan dari gurunya tersebut semakin membuncah setelah melihat kondisi perut korban persis seperti orang sedang hamil.

“Kemudian, guru-guru korban mencoba melakukan tes urine dengan menggunakan alat uji test pack (alat tes kehamilan). Hasilnya, korban positif hamil,“ tegas Kapolres.

Mengetahui korban positif berbadan dua, guru korban mencoba menanyakan kepada korban tentang siapa yang telah melakukan perbuatan tercela tersebut. Setelah dibujuk, akhirnya korban mengakui bahwa dirinya telah dihamili oleh ayah tirinya.

Setelah mendengar pengakuan korban, guru tersebut melaporkan peristiwa itu kepada perangkat desa, yang selanjutnya pihak desa mengamankan tersangka dan menyerahkannya kepada Sat Reskrim Polres Abdya.

“Saat ditanya, korban menjawab itu merupakan perbuatan ayah tirinya. Tersangka diserahkan perangkat desa kepada Sat Reskrim untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,“ ujarnya.

Selanjutnya, kata Moh Basori, dari hasil penyidikan, pemeriksaan saksi, korban dan tersangka perbuatan persetubuhan terhadap anak tirinya tersebut dilakukan tersangka pada Agustus tahun 2018 silam.

“Dilakukan di dalam kamar rumah korban sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda, saat tengah malam ketika istri korban sudah tertidur pulas,“ jelasnya.

Korban tidak mau menceritakan terkait perbuatan bejat yang telah dilakukan ayah tirinya tersebut kepada ibu dan orang lain, karena korban merasa takut ayah tirinya itu akan memarahi korban dan ibunya.

“Sekarng usia kehamilan korban hampir memasuki 7 bulan,” kata Moh Basori.

Sementara itu, sambung Kapolres, atas perbuatannya itu, tersangka MI akan dijerat dengan pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 yo pasal 81 ayat (1) Jo yat (3) Undang-Undnag RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan hukuman penjara paling sedikit lima tahun, paling lama 15 tahun, dan den paling banyak Rp 15 miliar.

“Kasus ini sudah kita limpahkan kepihak Kejaksaan Negeri Abdya, kami meminta kepada rekan-rekan wartawan semuanya untuk terus monitor kasus ini,” tutupnya.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...