Unduh Aplikasi

Bea Cukai Turunkan Pembebasan Bea Masuk Barang Kiriman

Bea Cukai Turunkan Pembebasan Bea Masuk Barang Kiriman
Petugas Bea dan Cukai memeriksa barang kiriman impor yang dikirim melalui Kantor Pos. Foto: Ist

BANDA ACEH - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memberlakukan aturan baru terkait impor barang kiriman. Perubahan dilakukan merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.04/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 182/PMK.04/2016 tentang Ketentuan Impor Barang Kiriman.

Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh, Bambang Lusanto Gustomo mengatakan dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau sejak PMK 182/PMK.04/2016 diterapkan secara penuh, barang kiriman yang masuk Indonesia meningkat pesat.

"Nilai pembebasan bea masuk dan pajak (de minimis) di PMK 182/PMK.04/2016 untuk barang kiriman sampai dengan FOB USD 100. Nilai ini cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa negara, termasuk negara-negara maju, sehingga diubah dari sebelumnya FOB USD 100 (seratus dollar Amerika Serikat) menjadi FOB USD 75 (tujuh puluh lima dollar Amerika Serikat) perhari perpenerima," kata Bambang Lusanto Gustomo, dalam siaran pers kepada AJNN, Jumat (5/10).

Dengan pemberlakuan tersebut kata Bambang bila nilai pabean barang kiriman melebihi batas, maka akan dipungut Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor atas seluruh nilai pabean barang kiriman.

Penyesuaian nilai pembebasan (de minimis value) ini merupakan rekomendasi dari World Customs Organization (WCO), dimana hasil studi tentang perkembangan e-commerce menunjukkan praktik underdeclaration, under-valuation, misdeclaration, hingga splitting barang kiriman yang kian marak.

"Misal, seseorang dalam sehari ada tiga kiriman, masing-masing USD 50 yang pertama, USD 20 yang kedua, dan USD 100 yang ketiga, maka yang diberikan pembebasan bea masuk adalah USD 50 plus USD 20," kata Bambang.

Menurut Bambang keputusan merevisi aturan ini untuk memberikan level of playing field kepada para pelaku usaha, terutama bagi yang selama ini patuh terhadap kewajibannya kepada negara.

Poin penting lain kata Bambang adalah perubahan fasilitas pembebasan atas barang kena cukai dengan jumlah paling banyak, 40 (empat puluh) batang sigaret, 10 (sepuluh) batang cerutu, 40 (empat puluh) gram tembakau iris atau 40 (empat puluh) ml hasil tembakau lainnya dan/atau 350 ml minuman yang mengandung etil alkohol.

"Jika pengiriman barang melebihi jumlah dimaksud, maka kelebihan barang kena cukai tersebut akan dimusnahkan oleh pejabat Bea Cukai dengan disaksikan Penyelenggara Pos bersangkutan. Aturan ini telah diundangkan sejak 10 September 2018, dan mulai berlaku 10 Oktober 2018 (30 hari sejak diundangkan) di seluruh Indonesia,"ujar Bambang.

Komentar

Loading...