Unduh Aplikasi

Bea Cukai Langsa Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp 955 Juta

Bea Cukai Langsa Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp 955 Juta
Proses pemusnahan barang ilegal dengan cara dibakar. Foto: AJNN.Net/Asrul

LANGSA - Petugas Bea Cukai Langsa melakukan pemusnahan Barang Hasil Penindakan (BHP) dengan cara dibakar di lapangan Mako Brimob Subden 2 Detasemen B Pelopor Aramiah, Aceh Timur, Selasa (25/6).

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Kuala Langsa, Mochamad Syuhadak menjelaskan bahwa pemusnahan barang sitaan ini telah mendapatkan persetujuan dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai serta Penetapan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Lhoksumawe.

Moch Syuhadak menyebutkan, adapun barang sitaan yang di musnahkan berupa kosmetik sebanyak 69.282 pcs, bahan baku kosmetik sebanyak 98 kaleng, dan jenis kosmetik lainnya sebanyak 2 karton.

"Barang-barang tersebut melanggar Undang-undang Kepabeanan nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 17 tahun 2006 dengan jenis pelanggaran tidak memenuhi persyaratan perijinan impor dari instansi terkait sehingga tidak aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat," kata Moch Syuhadak.

Selain alat kosmetik, kata dia, pemusnahan juga dilakukan terhadap Barang Kena Cukai (BKC) berupa hasil tembakau rokok sebanyak 177.888 batang.

Barang hasil tembakau berupa rokok yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan atas Pelanggaran Undang-Undang Cukai nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 39 tahun 2007 dengan berbagai jenis pelanggaran antara lain seperti rokok tanpa pita cukai, rokok dilekati pita cukai palsu, rokok dilekati pita cukai bekas, dan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.

"Rokok-rokok tersebut ditindak dari bus antar kota dan toko yang berada di wilayah kerja KPPBC TMP C Kuala Langsa yaitu Kotamadya Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tenggara, dan Gayo Luwes," sebut Moch Syuhadak.

Kata Syuhadak, nilai kerugian negara dari barang sitaan yang dipasok melanggar undang-undang tersebut diperkirakan sebesar Rp 955 juta.

Menurutnya, pemusnahan barang sitaan tersebut merupakan komitmen Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk menekan peredaran barang ilegal yang melanggar aturan di Bidang Kepabeanan dan Cukai.

"Sebelumnya pada tahun 2018 tingkat peredaran Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berada pada angka 7 persen, dan saat ini sedang dilakukan Operasi Gempur tahun 2019 dengan target tingkat peredaran BKC ilegal dapat turun menjadi 3 persen," sebut Syuhadak.

Syuhadak menuturkan, salah satu dari fungsi Bea Cukai adalah sebagai Community Protector yaitu melindungi masyarakat dari masuknya barang berbahaya dan ilegal.

Syuhadak meminta kepada masyarakat agar tidak membeli rokok ilegal. Dan bila melihat ada peredaran rokok ilegal segera melaporkannya ke Kantor Bea Cukai terdekat, karena hasil pungutan cukai merupakan salah satu unsur terbesar penerimaan negara selain pajak.

Komentar

Loading...