Unduh Aplikasi

Bayi Tujuh Bulan Dijual Ayah Kandungnya Seharga Rp 10 Juta

Bayi Tujuh Bulan Dijual Ayah Kandungnya Seharga Rp 10 Juta
ST masih berusia 7 bulan yang menjadi korban traficking oleh orang tuanya sendiri. Foto : ist

LANGSA - Seorang laki-laki berinisial SK (41) warga Dusun Makmur, Gampong Asam Peutik, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa diringkus Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Langsa karena telah menjual anak kandungnya sendiri.

Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma kepada AJNN, Kamis (11/10) mengatakan, SK ditangkap pada Kamis (4/10) di Kampung Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

"SK ditangkap karena telah melakukan tindak pidana perdagangan orang (traficking). Pasalnya anaknya dijual kepada orang lain Rp 10 juta tanpa sepengetahuan atau izin dari isterinya," kata Kasat Reskrim.

Selain SK, kata Kasat Reskrim, pihaknya dari Polres Langsa juga menangkap empat orang lainnya yang terlibat dalam kasus traficking tersebut, yakni JU (52) warga Desa Kebun Pabrik, Kecamatan Langsa Lama dan IS (60) warga Gampong Jawa, Kota Langsa, kedua orang ini berperan sebagai perantara (penyalur) menjual anak.

RO (42) dan MA (43) warga Jurong Tanoh Buju Gampong Cot Ba'u, Kecamatan Suka Jaya, Sabang. Pasangan suami-isteri ini ditangkap karena membeli anak tanpa persetujuan ibu kandung si anak.

Kasat Reskrim menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada Minggu 12 Agustus 2018, saat isteri SK berinisial NP hendak pergi undangan dan anaknya dititip kepada suaminya SK.

Saat isterinya keluar dari rumah, tersangka SK langsung mengambil peralatan anak kandungnya berinisial ST yang masih berusia 7 bulan seperti pakaian, pampers, susu dan lainnya lalu SK membawa anaknya pergi menggunakan sepeda motor ke SPBU Alue Dua, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa.

Tiba di SPBU anaknya itu diserahkan kepada JU dan Is lalu dinaikkan ambulance untuk diantarkan ke Perumahan Deno Indah Birem Puntong, Kecamatan Langsa Baro, sementara SK mengikuti dari belakang.

Saat tiba di perumahan tersebut mereka sudah ditunggu oleh RO dan MA, lalu lima orang ini membuat surat pernyataan serah terima anak yang ditulis oleh IS dan ditanda tangani oleh SK atas nama ibu kandung anak tersebut atau istrinya SK dengan cara pemalsuan tanda tangan.

Usai ditandatangani surat pernyataan tersebut, RO dan MA menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta kepada SK yang selanjutnya SK, JU dan IS langsung meninggalkan perumahan tersebut.

Kata Kasat Reskrim, JU dan IS yang berperan sebagai perantara ditangkap di rumah mereka masing-masing di Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama dan Gampong Jawa, Kota Langsa, Kamis (4/10).

Sedangkan pasangan suami-istri yang membeli anak tersebut ditangkap di Sabang pada Jum'at (5/10).

"Akibat perbuatannya, lima tersangka dikenakan pasal 2 undang-undang nomor 21 tahun 2007 jo pasal 76F undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang tindak pidana perdagangan orang/traficking dan perlindungan anak minimal 3 tahun dam maksimal 15 tahun penjara," ungkap Kasat Reskrim.

Komentar

Loading...