Unduh Aplikasi

Bayi Penderita Hidrosefalus Pidie Butuh Uluran Tangan

Bayi Penderita Hidrosefalus Pidie Butuh Uluran Tangan
Foto: Kitabisa.com

PIDIE - Penyakit Hidrosefalus (pembengkakan di kepala) membuat Khaira Afia, balita berusia 14 hari hanya bisa terbaring lemah di rumahnya di Dusun Kupula, Gampong Rawa, Kecamatan Pidie. Kian hari kondisi Khaira kian memprihatinkan karena selain pembengkakan, kepala bagian belakang anak pasangan Dedi (32) dan Arfah (31) tersebut terus mengeluarkan cairan akibat luka.

Dedi ayah kandung Khaira mengatakan kondisi pembengkakan dikepala yang dialami Khaira telah diketahuinya sejak bocah tersebut masih dalam kandungan sang isteri. Saat itu kata Dedi, petugas di Puskesmas Pidie tempatnya mengecek kondisi kandungan sang isteri menyarankan agar Arfah sang isteri menjalani operasi bedah sesar.

"Pada usia kehamilan sembilan bulan, istri saya bersalin di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Syik Ditiro Sigli melalui operasi. Sepekan dirawat di RSU selanjutnya kami dibolehkan pulang," kata Dedi, Selasa (16/10). Dedi mengaku tidak mengetahui jenis penyakit yang diderita buah hatinnya.

Menurut Dedi sejak berada rumah, balita berkelamin perempuan itu tidak lagi di bawa rumah sakit akibat kondisi perekonomiannya yang pas-pasan. Kondisi tersebut membuat kesehatan Khaira terus memburuk.

Selain pembengkakan di kepala, Khaira juga mengalami luka di bagian belakang kepala. Ini membuat cairan terus keluar dari luka tersebut.

"Hanya petugas Puskesmas yang menjenguk dengan memberikan salab untuk luka. Saya berharap perhatian semua pihak demi kesembuhan Khaira," kata Dedi yang bekerja sebagai nelayan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Tgk Anwar Husein yang turut membesuk menyatakan keprihatinan atas kondisi Khaira. Bayi itu kata Anwar harusnya bayi mendapat perawatan intensif di RSU Tgk Chik Ditiro Sigli.

Anwar menuding pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Syik Ditiro Sigli melepas tanggung jawab dalam menangani Khaira."Kesannya menejemen rumah sakit tidak peduli terhadap pelayanan medis khususnya bagi masyarakat kurang mampu," pungkasnya.

HUT AJNN 6th - Pemko Sabang
HUT AJNN 6th - Hendri Yono
HUT AJNN 6th - JSI
HUT AJNN 6th - Disbudpar Banda Aceh
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...