Unduh Aplikasi

Bayar Hutang Nasi Setengah, Kasatpol PP Pijay: Tanggung Jawab Saya Selesai

Bayar Hutang Nasi Setengah, Kasatpol PP Pijay: Tanggung Jawab Saya Selesai
Muhammada Yuki menjumpai Kasatpol PP Pidie Jaya, M Thaib.

PIDIE JAYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pidie Jaya akhirnya membayar sebagian hutang nasi dengan rumah makan Yuki.

Baca: Hutang Nasi Capai Rp 60 Juta, Pemilik Warung Segel Kantor Satpol PP-WH Pijay

Kepala Satpol PP Pidie Jaya, M Thaib kepada wartawan, Kamis (8/3) mengatakan,  Satpol PP Pidie Jaya hanya membayar hutang dengan rumah makan Yuki selama ia memimpin kesatuan pengamanan daerah tersebut sebesar Rp 33.353.000.

Menurutnya, ia hanya bertanggung jawab melunasi hutang selama ia menjadi Kepala Satpol PP Pidie Jaya. Sementara untuk sisa hutang adalah tanggung jawab kepala sebelumnya.

"Yang saya bayar itu semasa saya menjadi kepala, jadi tanggung jawab saya telah selesai. Kalau sisanya kan tanggung jawab orang lain," kata M Thaib.

M Thaib tetap bersisi keras kalau sisa hutang dengan pihak rumah makan Yuki adalah tanggung jawab pemimpin sebelumnya. Namun setelah diberikan pemahaman oleh sejumlah wartawan, M Thaib mengatakan akan mempelajari dan akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pimpinannya.

"Kalau begitu saya tanyakan ke pimpinan saya dulu mengenai sisa hutang itu, karena saya masih ada pimpinan, jadi saya harus berkoordinasi dengan pimpinan dulu. Untuk selanjutnya kalian tanyakan saja nanti pada dia (pemilik rumah makan Yuki)," kilahnya.

Sementara itu, pemilik rumah makan Yuki, Muhammad Yuki mengatakan, ia akan menunggu hasil koordinasi tersebut hingga Senin (12/3). Selanjutnya ia memberi waktu kepada Satpol PP Pidie Jaya untuk melunasi hutang sebesar Rp 29 juta lebih hingga 15 hari kedepan. 

Jika dalam kurun waktu tersebut Sapol PP juga tidak membayar sisa hutang, lanjutnya, ia tetap akan membawa masalah ini ke jalur hukum.

"Saya tidak menagih hutang kepada pribadi M Thaib, tapi saya menagih hutang kepada Kepala Satpol PP selaku penanggung jawab instansi tersebut, siapapun kepalanya, menurut saya dia harus bertanggung jawab, karena yang makan nasi bukan seorang saja, tapi seluruh personil Satpol PP. Jadi sebelum saya membawa masalah ini kejalur hukum, saya memberi waktu 15 hari kepada Satpol PP untuk melunasi sisa hutang ini," imbuh Yuki.

Komentar

Loading...