Unduh Aplikasi

Bantu Bayar Utang Pemko Subulussalam, YARA Galang Koin

Bantu Bayar Utang Pemko Subulussalam, YARA Galang Koin
YARA Perwakilan Kota Subulussalam membuka posko penggalangan Koin untuk membantu Membayar Hutang Pemko.

SUBULUSSALAM - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam membuka posko penggalangan koin dari masyatakat untuk membantu melunasi hutang Pemerintah Kota setempat, hutang itu senilai Rp 70 miliar.

"Posko ini kita buka selama seminggu, ini merupakan niat baik kita untuk membantu Pemko dalam menyelesaikan utang sebanyak Rp. 70 miliar, sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Subulussalam," kata Edi Syahputra Bako, Ketua YARA Subulussalam dalam rilis yang dikimkan kepada AJNN, Selasa (13/2).

Edi Syahputra mengatakan peggalangan koin itu dilakukan untuk membuka peluang kepada seluruh rakyat Kota Subulussalam berpartisipasi dan berkonstribusi nyata untuk daerah dengan menyisihkan sedikit rezeki membantu devisit yang dialami daerah itu.

"Walaupun hanya berupa koin namun tentu ini sangat membantu sekali terhadap keuangan daerah kita, maka kita beri tema kegiatan ini Satu Koin Rakyat Selamatkan Subulussalam" ujarnya.

YARA mengingatkan wali kota dan para kakil rakyat Subulussalam ke depan lebih bijak menggunakan uang rakyat, dengan lebih mengutamakan program sesuai dengan kebutuhan. YARA menilai selama ini masih banyak program pembangunan tidak penting yang sifatnya hanya pemborosan anggaran.

"Seperti pembangunan tugu seni ukir, patung dirunding dan banyak lagi yang lainnya menghabiskan anggaran miliaran rupiah, sementara masih ada kampung yang terisolir akibat akses jalan yang sangat buruk seperti Kampung Longkib, masyarakatnya menggunakan perahu robin, karena jika curah hujan tinggi mengakibatkan jalan banjir dan berlumpur, sangat miris jika itu kita abaikan," imbuh Edi Syahputra.

Edi mengatakan pihaknya inginkan Pemko fokus terhadap program pembangunan yang menghasilkan PAD, agar dapat mandiri atau tidak tergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat.

"Kita berharap negeri Sada Kata ini mandiri, kalau daerah hanya bergantung kepada pusat tentu dikhawatirkan kita akan jalan ditempat," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui Pemko Subulusalam melakukan pemangkasan anggaran SKPK tahun anggaran 2018, hal itu dilakukan untuk menutupi utang pemerintah Kota Subulussalam tahun 2017. Pasalnya pendapatan tahun 2017 lalu tidak mencukupi kebutuhan belanja daerah, sehingga pekerjaan yang sudah selesai tahun lalu akan dibayarkan tahun ini.

Ucapan Ramadhan - Alja Yusnadi

Komentar

Loading...