Banjir Aceh Utara, 16 Ribu Lebih Jiwa Mengungsi

Banjir Aceh Utara, 16 Ribu Lebih Jiwa Mengungsi
Warga Lhoksukon diungsikan dari kepungan banjir menggunakan perahu. Foto: Ist

ACEH UTARA - Banjir yang melanda 23 kecamatan di Aceh Utara telah menyebabkan 16.375 jiwa terpaksa mengungsi, Selasa, (5/12). Dari informasi yang dihimpun AJNN, belasan ribu warga yang mengungsi tersebar di 56 titik pengungsian.

"Itu data sementara, warga yang mengungsi tersebar di 23 kecamatan yang dilanda banjir. Yang paling banyak di Kecamatan Lhoksukon 8.586 jiwa, Pirak Timu 3.287 jiwa dan Matangkuli 2.772 jiwa," kata Kepala BPBD Aceh Utara, Munawar kepada AJNN.

Banjir melanda sebagian besar wilayah Aceh Utara akibat meluapnya sejumlah sungai besar seperti Krueng Keureuto, Krueng Pase, Krueng Peuto, Krueng Buloh dan Krueng Jambo Aye dan sejumlah anak sungai.

"Faktornya karena luapan sungai. Debit air sungai tergolong tinggi pasca hujan deras, arus deras sebagian besar kiriman dari dataran tinggi seperti kawasan pegunungan di Bener Meuriah. Ketinggian air bervariasi mulai dari 30-150 centi meter," ungkap Munawar.

Banjir kali ini termasuk yang terparah sejak 2014 lalu. Selain merendam ribuan rumah penduduk, banjir juga telah merendam ribuan hektare areal pertanian, tambak dan perkebunan, instansi pemerintahan, dan fasilitas publik lainnya.

"Dampak kerusakan lainnya seperti infrastruktur jalan yang longsor di jalur lintas KKA-Bener Meriah, jembatan di Sawang, dan tanggul sungai seperti di Kecamatan Samudera, Tanah Luas dan Lhoksukon," ungkapnya.

Pemerintah Aceh Utara telah menetapkan status tanggap darurat yang berlangsung selama 14 hari, sejak kemarin. Selain mengevakuasi para pengungsi, petugaa gabungan juga telah mendistribusikan logistik dari Dinas Sosial Aceh Utara dan Aceh.

"Untuk kebutuhan bahan makanan seperti beras, mie instan, dan air mineral sudah didistribusikan ke sejumlah dapur umum dititik pengungsian melalui bantuan logistik dinas sosial dan bantuan lainnya," kata Munawar.

Keperluan lain yang dibutuhkan pengungsi diantaranya berupa kain sarung dan selimut, peralatan shalat seperti mukena, peralatan sekolah, handuk, perlengkapan bayi dan baju anak-anak, air bersih, obat-obatan dan logistik sembako lainnya.

"Kita juga sudah laporkan kebutuhan alat berat ke dinas terkait untuk segera memperbaiki sementara tanggul sungai yang ambruk (jebol),"  imbuh Munawar.

Hingga saat ini, pihaknya bersama tim gabungan dari sejumlah instansi seperti TNI/Polri, relawan SAR, PMI, RAPI dan elemen lainnya masih terus melakukan upaya tanggap darurat di sejumlah titik pengungsian.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...