Unduh Aplikasi

Ayah Merin, Sudahlah

Ayah Merin, Sudahlah
Ilustrasi: The Sleuth Journal

KOMISI Pemberantasan Korupsi bergerak lebih jauh dalam kasus dugaan korupsi di Badan Pengusahaan Kawan Sabang. Lembaga antirasuah ini menjerat Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh, dan orang dekat Irwandi, Izil Azhar alias Ayah Merin, dan melekatkan status tersangka kepada keduanya.

Irwandi diduga menerima gratifikasi terkait proyek pembangunan dermaga di Sabang. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status keduanya. Keduanya diduga melanggar Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Tidak tanggung-tanggung, Irwandi dan Ayah Merin diduga menerima gratifikasi Rp 32 miliar dari proyek itu. KPK sendiri telah menyita Rp 4,3 miliar dari Irwandi. Dalam kasus ini, sejumlah orang telah divonis dan menjalani hukuman di penjara. Satu di antaranya adalah bekas Kepala BPKS dan bekas Bupati Bener Meriah Ruslan Abdulgani.

Perkara ini berawal dari penyidikan KPK pada korupsi pembangunan dermaga yang dibiayai APBN 2006-2011 itu pada 2013. Nilai total proyek itu Rp 793 miliar. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 313 miliar. Perlu waktu panjang bagi KPK untuk menjerat Irwandi, yang namanya disebut-sebut dalam persidangan Ruslan.

Satu di antaranya adalah ketiadaan Ayah Merin. Politikus Partai Nanggroe Aceh ini kerap mangkir dari pemanggilan KPK. Namun ini tak menjadi alasan bagi menghentikan pemeriksaan terhadap mega korupsi itu. KPK akhirnya menetapkannya sebagai salah satu tersangka gratifikasi proyek Pelabuhan Peti Kemas Sabang.

Ayah Merin sendiri dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pada 5 Oktober 2018 lalu. Namun lagi-lagi dia enggan datang ke kantor KPK di Jakarta. Sikap membangkang ini jelas tak elok. Namun Ayah Merin tentu punya alasan khusus untuk tidak menghadiri panggilan tersebut. Hanya dia yang tahu.

Karenanya, KPK harus memburu Ayah Merin. Besar dugaan, pria ini tak lagi berada di Indonesia. Sudah saatnya KPK menggandeng kepolisian dan kantor imigrasi untuk melacak keberadaan Ayah Merin, bahkan hingga ke luar negeri sekalipun. Apalagi, KPK punya rekam jejak bagus dalam memulangkan tersangka korupsi dari luar negeri.

Ayah Merin sendiri harus bertanggung jawab. Dia perlu bersikap layaknya seorang gentleman dalam menghadapi permasalahan ini. Tak perlu lari, karena tak banyak orang yang bisa bersembunyi dari kesalahannya. Mungkin Ayah Merin dapat membantu KPK untuk menguak aliran dana gratifikasi tersebut. Ayah Merin, sudahlah.

Komentar

Loading...