Insentif PKB - BPKA 2019
Unduh Aplikasi

Ayah Angkat Jokowi: Jangan Fitnah Anak Saya

Ayah Angkat Jokowi: Jangan Fitnah Anak Saya
Ayah angkat Jokowi di Aceh, H Nurdin Aman. Foto: Liputan6

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bersama rombongan Safari Kebangsaan X mengunjungi kediaman ayah angkat Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Aceh, H Nurdin Aman Thursina. Nurdin mengaku, ia terharu menerima kedatangan Hasto dan rombongan yang mengingatkannya akan anak angkatnya, Jokowi.

Nurdin menyampaikan kegelisahannya akan beredarnya hoaks yang ditujukan kepada Jokowi. Salah satunya adalah hoaks yang menyebut bahwa Jokowi adalah bagian dari partai terlarang saat Pilpres 2014.

"Kalau saya di Jakarta, La Nyala itu ya, saya pukul itu di depan orangnya. Saya pukul dia. Orang enggak jelas. Kalau kamu ga pilih dia (Jokowi) gapapa, tapi jangan fitnah," tutur Nurdin di kediamannya, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Sabtu (9/3/2019).

"Sekarang dia nyerah, kenapa sekarang minta maaf sama Presiden, orang bagus Presiden ini. Dia (Jokowi) maafin semuanya. Nanti kalau saya sudah mati pun kalau bisa milih, milih lagi saya. Tetap Jokowi," lanjut Nurdin.

Nurdin mengatakan, hoaks seperti ini sangat merugikan banyak pihak. Kabar hoaks anti-Islam yang sekarang ditujukan kepada Paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin juga sangat ia sesalkan.

Namun, ia yakin bahwa Jokowi pasti akan dapat melewati itu semua dengan penuh keikhlasan.

"Sebenarnya, apa yang buat ga benar itu Allah yang mengatakan yang sesunguhnya. Itu aja. Kalau engga dipilih gapapa, tapi jangan difitnah,” tegas Nurdin.

Nurdin menambahkan, Jokowi adalah sosok yang selalu ingat orang dalam hidupnya. Saat istrinya sekaligus ibu angkat Jokowi, Selimah Inem Thursina meninggal pada 15 Februari 2019 lalu, Jokowi datang dan membawa karangan bunga serta bantuan untuknya.

“Apa ga beruntung kita, saya sebenarnya melihat kalian datang ini, pengen menangis saya. Saya simpam-simpan nangisnya. Tadi dari depan sana, jalan masuk Jokowi, Moeldoko, jenderal-jenderalnya masuk ke sini. Mengirimkan karangan bunga untuk turut berduka cita,” ucap Nurdin.

“Kemudian, pakai PM (polisi militer) lagi diantar jenazah almarhum (istri). Saya enggak bisa balas (kebaikannya),” tandasnya.

Khanduri Laot

Komentar

Loading...