Unduh Aplikasi

Asrizal Asnawi Hadiahkan Rp 10 Juta untuk Bantu Kuliah Miftahul Jannah

Asrizal Asnawi Hadiahkan Rp 10 Juta untuk Bantu Kuliah Miftahul Jannah
Foto: Suara.Com

BANDA ACEH - Atlet Judo tuna netra Indonesia asal Aceh, Miftahul Jannah didiskualifikasi dari pentas Asian Para Games 2018 karena tidak mau melepaskan hijabnya saat hendak bertanding. Keputusannya mendapat simpati dari masyarakat luas, khususnya Aceh.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Miftahul Jannah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Asrizal Asnawi juga memberikan hadiah secara sukarela kepada Miftahul Jannah sebesar Rp 10 juta, sebelumnya juga beredar kabar bahwa Ustadz Adi Hidayat juga memberinya hadiah..

"Saya sebagai anggota DPR Aceh merasa sangat bangga, saya secara pribadi menyiapkan uang saku sebesar Rp 10 juta untuk adinda," kata Asrizal Asnawi dalam video yang diunggah melalui akun facebook memiliknya, Selasa (9/10) malam.

Selain itu, Asrizal juga menyampaikan bagi masyarakat Aceh yang juga ingin ikut menyumbang uang saku secara sukarela kepada Miftahul Jannah, dirinya siap menghimpun melalui rekening pribadi miliknya yang pasif (Mandiri nomor rekening 1580067071720 atas nama Asrizal).

Dan rekening ini dibuka hanya sampai tanggal 16 Oktober 2018. Lebih dari pada tanggal tersebut maka dana akan yang masuk akan dikembalikan ke rekening penyumbang.

"Insyaallah akan kita salurkan sama-sama kepada adinda Miftahul Jannah untuk kepentingan kuliahnya di Bandung," ujarnya.

Menurut Asrizal, sikap Miftahul Jannah itu menjadi tauladan, ketika dia lebih memilih menutup auratnya ketimbang harus mengikuti pertandingan pada ajang sebesar Asia Para Game.

"Saya salut pada pendiriannya yang kuat, dan bagi saya dialah juara Judo sebenarnya," imbuhnya.

"Saya pernah menghabiskan jutaan rupiah hanya ingin menghijabkan Gambar Cut Mutia di lembaran Uang Seribu, namun pertaruhan yang diberikan oleh Miftahul Jannah jauh lebih besar dari perjuangan saya," sambung Asrizal.

Asrizal juga menuturkan, Miftahul Jannah memang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan medali emas, dan bila itu berhasil diraihnya tentu berbagai bonus bisa dia dapatkan dari Pemerintah dan sponsor lainnya.

Namun, ia memilih menolak kesempatan itu dari pada kehilangan kehormatannya demi menjaga auratnya dilihat oleh orang lain.

Komentar

Loading...