Unduh Aplikasi

Asosiasi Pengusaha Maritim Buka Rute Perdagangan Aceh-Malaysia

Asosiasi Pengusaha Maritim Buka Rute Perdagangan Aceh-Malaysia
ilustrasi. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Asosiasi Pengusaha Maritim Aceh (Aceh Maritime Associattion) sebagai lembaga yang membantu pemerintah dan masyarakat mengembangkan dunia pelayaran Aceh untuk pertumbuhan ekonomi Aceh akan membuka rute perdagangan ekspor dan impor Aceh- Malaysia menggunakan kapal angkut Landing Craft Tank (LCT).

Ketua Asosiasi Pengusaha Maritim Aceh (Aceh Maritime Associattion) Tarmizi Yusdja Teuku Yudha kepada AJNN mengatakan asosiasi baru saja dibentuk bertujuan untuk membuka poros maritim Aceh yang saat ini masih lesu, akibat pertumbuhan sektor kelautan masih minim.

“Kita akan mulai dari hal-hal yang sederhana dan kecil, seperti membawa komoditi dari Aceh-Malaysia hasil panen di kampung-kampung dan perkebunan masyarakat ke pasar-pasar domestik luar Aceh dan ke luar negeri,” kata Tarmizi.

Selain membuka jalur laut menuju pasar luar Aceh, asosiasi yang disokong sejumlah pengusaha pelayaran itu akan membantu calon pengusaha yang ingin mendapatkan akses pasar ekspor maupun impor.

“Gubernur sangat mendukung kemaritiman di Aceh, bahwa Aceh butuh pengembangan poros maritim sebagai salah satu jalur pembangunan ekonomi rakyat. Garis pantai Aceh sangat panjang, hasil laut luar biasa, dan jalur lautnya berhadapan dengan pasar potensial seperti Malaysia, Singapura dan Thailand,” ujarnya.

Sebutnya, dalam waktu dekat sejumlah pengusaha pelayaran dan praktisi maritim di Jakarta akan berkunjung ke Aceh untuk penjajakan awal membuka poros matirim Aceh.

“Bila ini dibuka maka Aceh akan maju, karena kita punya sarana pelabuhan dari Langsa, Lhokseumawe, Banda Aceh sampai ke pantai Barat Selatan, pengurus asosiasi dalam waktu dekat melakukan pertemuan dengan gubernur, harapan besar kita agar upaya kita ini mendapat dukungan kuat dari pemerintah Aceh dan pihak terkait lainnya,” imbuhnya.

Sektor maritim harus dikelola, seluruh pelabuhan di Aceh harus hidup dan menggeliat, sehingga diyakini pertumbuhan ekonomi Aceh berkembang, hasil bumi Aceh terutama komoditas unggulan lebih banyak memanfaatkan Pelabuhan Belawan, begitu juga hasil ikan tangkap kualitas eksport tetap saja jalur transportasi eksport lewat Belawan.

Untuk tahap awal, Tarmizi Yusdja Teuku Yudha yang juga praktisi ekspor impor didampingi Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Maritim Aceh Maimun Darwis SE akan membuka route perdagangan antara Aceh – Penang Malaysia dengan menggunakan kapal angkut jenis LCT Passenger Cargo manfaatkan Pelabuhan Umum Idi Aceh Timur dengan kapasitas penumpang 125 orang dan komoditas sebanyak 250 ton.

Radio Baiturrahman

Komentar

Loading...