Unduh Aplikasi

CALEG DPRA ASAL BIREUN

Arabiyani Komitmen Perjuangankan Hak Perempuan dan Anak

Arabiyani Komitmen Perjuangankan Hak Perempuan dan Anak
Arabiyani. Foto: Fadli Abdullah

BIREUEN – Arabiyani, perempuan asal Meunasah Teungku Di Gadong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, mencalonkan diri sebagai legeslatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Pemilu 2019, melalui Partai Aceh.

Perempuan kelahiran 10 Mei 1977 itu termotivasi menjadi caleg karena jika ingin mengedepankan perlindungan dan penguatan hak kelompok masyarakat yang terpinggirkan, terutama kaum perempuan dan anak, keterlibatan kaum muda dalam pembangunan, serta juga untuk memperjuangkan peningkatkan fasilitas kesehatan di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen.

Perempuan lulusan Magister Ilmu Hukum Unsyiah jurusan Tata Negara di Universitas Syiah Kuala ini memiliki pengalaman bekerja dari bawah (dasar), sehingga membuat dirinya mengerti kebutuhan masyarakat, serta lika-liku strategi mendampingi masyarakat korban konflik dan bencana alam.

Sementara kemampuan lain yang didapat adalah keahlian berkomunikasi dan negosiasi dengan para pihak bertikai. Menurutnya, kemampuan tersebut, mutlak diperlukan oleh pekerja kemanusiaan, sosial, dan politik di Aceh.

Istri Kautsar Muhammad Yus ini memiliki pengalaman bekerja pada lembaga besar seperti CARDI, UNIFEM dan BRR NAD-Nias. Tingkat kesulitan melakukan negosisasi dan komunikasi pada level grass root membuatnya tidak canggung berhubungan dengan pemangku kepentingan dilevel atas.

Kemampuan advokasi dibuktikan dengan terakomodirnya sejumlah point rekomendasi kelompok Jaringan Perempuan untuk kebijakan di dalam Undang-undang Pemerintahan Aceh, dan mempertahankan keberadaan Biro PP, bahkan meningkat menjadi Badan PP dan Perlindungan Anak, serta hadirnya Gender Policy sebagai platform pengarus utamaan gender di BRR NAD-Nias.

Putri bungsu dari dua bersaudara pasangan Abu Bakar dan Zubaedah itu, juga memiliki pengalaman dalam hal menangani pengungsian membuat Arabiyani dipercaya menjadi manajer pada program Livelihood I dan II, CARDI Aceh pada 2001.

“Saya mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRA karena ingin memastikan proses pembuatan kebijakan harus sesuai dengan qanun tata cara pembuatan qanun dan peraturan lain yang berlaku," kata Arabiyani kepada AJNN, Jumat (30/11).

Misalnya, kata Arabiyani, ketersediaan naskah akademik sebagai syarat mutlak lahirnya qanun. Karena apabila naskah akademik disusun dengan metode yang tepat, tentu terlihat apa yang menjadi persoalan utama serta bagaimana menyelesaikannya. Dengan adanya naskah akademik yang disusun dengan tepat, maka akan lahir kebijakan yang tepat dan menjawab persoalan.

Selain itu, Arabiyani mengaku ingin mengedepankan perlindungan dan penguatan hak kelompok masyarakat yang terpinggirkan, terutama kaum perempuan dan anak, juga fasilitas kesehatan, serta perlindungan kelompok rentan lainnya, dengan harapan kesadaran ini akan menggiring warga Aceh mampu melakukan social control terhadap pemerintah.

“Tentu memiliki tantangan berat sekali, tapi saya sangat menikmati itu dalam menjalankan tugas tersebut,” katanya.

Komentar

Loading...