Unduh Aplikasi

Arab Saudi Bentuk Kantor Antikorupsi untuk Pantau Pengeluaran Negara

Arab Saudi Bentuk Kantor Antikorupsi untuk Pantau Pengeluaran Negara
Ilustrasi. Foto: Net

RIYADH - Arab Saudi membentuk sebuah kantor baru yang disebut sebagai kantor antikorupsi untuk memantau pengeluaran negara. Pembentukan kantor baru ini diharapkan bisa membantu melanjutkan perjuangan melawan korupsi setelah operasi antikorupsi diakhiri usai berlangsung selama 15 bulan terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/2/2019), pembentukan kantor antikorupsi itu dilaporkan oleh kantor berita Saudi Press Agency (SPA) pada Senin (4/2) pekan ini.

Jaksa Agung Saudi, Saud al-Mojeb mengatakan dalam pernyataan kepada SPA, kantor antikorupsi itu akan menjadi bagian dari Biro Audit Umum, yang selama ini mengawasi ketidaksesuaian finansial dalam pengeluaran negara.

"Korupsi tidak terbatas pada perusahaan atau sektor pemerintahan tertentu. Otoritas terkait akan melakukan pengawasan," ujar Al-Mojeb.

Al-Mojeb menambahkan, jaksa-jaksa penuntut umum akan menangani setiap penyelidikan terhadap ketidaksesuaian finansial yang terdeteksi.

Pekan lalu, Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) menyatakan bahwa operasi antikorupsi yang diluncurkan pada November 2017 telah mencapai tujuan. Otoritas Saudi mengklaim bahwa melalui operasi itu, pihaknya berhasil meraup dana lebih dari 400 miliar Riyal atau setara Rp 1.462 triliun.

Dana sebesar itu didapat melalui penyelesaian dengan orang-orang yang terjaring operasi, termasuk di antaranya sejumlah pangeran senior, menteri-menteri dan pengusaha top Saudi. Penyelesaian yang dimaksud melibatkan penyitaan real-estate, perusahaan, uang tunai dan sejumlah aset lainnya.

Beberapa waktu lalu, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saudi menyatakan bahwa pemerintah Saudi akan melanjutkan upaya-upaya memerangi korupsi dan melindungi uang negara.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...