Unduh Aplikasi

APBA Telat, Wadir RSUDZA: Gaji Tenaga Kontrak akan Dirapel

APBA Telat, Wadir RSUDZA: Gaji Tenaga Kontrak akan Dirapel
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Hingga hari ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018 tak kunjung disahkan, akibatnya banyak dampak negatif yang dialami masyarakat Aceh khususnya para tenaga kontrak dan honor di lingkungan Pemerintah Aceh. Salah satunya sebanyak 920 personil Satpol PP dan WH Aceh terpaksa dipulangkan karena tidak ada biaya kerja yang bisa diberikan. Begitu juga dengan tenaga honor di beberapa rumah sakit yang jerihnya terpaksa dirapel.

Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Bidang Pelayanan, Azharuddin mengatakan, terdapat sekitar 700 tenaga medis kontrak di beberapa rumah sakit umum milik Pemerintah Aceh belum dibayarkan gaji hingga bulan ketiga tahun 2018 ini. Hal tersebut karena belum disahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018.

"Bervariasi angkanya, tapi pastinya sekitar 700 orang, sekarang belum bisa dibayar karena belum sah APBA, " kata Azharuddin kepada wartawan saat dijumpai di RSUZA, Jum'at (9/3).

Kata Azharuddin, gaji para tenaga kontrak medis ini dibayarkan melalui dua sumber pendapatan yaitu dengan APBA dan Badan Layanan Umum (BLU) atau pendapatan dari penghasilan yang diperoleh rumah sakit itu sendiri.

Azharuddin menyampaikan, gaji para tenaga kontrak tersebut dibayar setiap bulannya sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau sekitar Rp 2,7 juta per bulan.

"Hitungan gajinya UMR, dikali saja berapa total per bulan," ujarnya.

Namun, lanjutnya, karena memang gaji mereka belum bisa dibayar lantaran APBA belum sah, maka nantinya akan dibayar sekalian ketika anggaran sudah dimiliki atau bisa dirapel.

"Dibayar rapel nanti," ungkap Azharuddin.

Jika dihitung, bila gaji untuk 700 tenaga kontrak dibayar Rp 2,7 per orang/bulan, maka total anggaran yang harus diberikan setiap bulan sekitar Rp 1,8 miliar lebih. Kemudian kalau dijumlahkan (rapel) selama tiga bulan, maka total seluruhnya lebih kurang Rp 5,6 miliar.

Komentar

Loading...