Unduh Aplikasi

APBA 2019 Dinilai Tidak Menguntungkan PNA

APBA 2019 Dinilai Tidak Menguntungkan PNA
SekJend Generasi Muda Nasional Aceh (Ganas) Sayap Pemuda PNA, Yazir Akramullah

BANDA ACEH - Sekretaris Jendral Generasi Muda Nasional Aceh (Ganas), Yazir Akramullah menilai postur Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2019 yang telah disahkan beberapa waktu lalu sangat merugikan Partai Nanggroe Aceh (PNA) selaku partai lokal yang mengusung Gubernur Aceh.

Menurut Yazir, pengesahan APBA 2019 sarat kepentingan politik praktis dan melenceng dari visi Aceh Hebat.

Kata dia , rakyat Aceh berharap bahwa apa yang dikampanyekan PNA saat memenangkan Irwandi Yusuf bisa terealisasi dalam APBA. Tapi nyatanya 15 program Aceh Hebat yang didengungkan dulu seperti menguap entah kemana.

"APBA 2019 terkesan menguntungkan elit. Ini jelas beban bagi PNA, rakyat Aceh memilih Irwandi bukan karena faktor popularitas orangnya semata, tapi karena merindukan program Aceh Hebat" kata pria yang akrab disapa Om Jir itu.

Sekjend organisasi sayap Pemuda PNA menyebutkan APBA 2019 terkesan diset untuk kepentingan politik praktis jelang Pemilu, dan tidak mencerminkan 15 program strategis PNA.

Sebagaimana diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2019 sebesar Rp17,104 triliun, Senin (31/12/2018) malam.

Baca: Sah, APBA 2019 Mencapai Rp 17 Triliun

Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan mengatakan, setelah melalui proses evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), total APBA 2019 bertambah sebesar Rp 87,7 miliar dari penetapan R-APBA sebelumnya yang hanya Rp17,016 triliun.

"Total belanja Aceh tahun 2019 yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp17, 016 triliun, meningkat menjadi Rp17,104 triliun," ungkap Irwan Djohan.

Baca: Meningkat, APBA 2019 Sebesar Rp17,1 Triliun Disahkan Malam ini

DPRA mengesahkan Qanun RAPBA tahun anggaran 2019 sebesar Rp17 triliun lebih pada Senin 17 Desember 2018 lalu. Berbeda dengan sebelumnya, pembahasan Rancangan Qanun tentang APBA 2019 berjalan tanpa kendala apapun. Sejak KUA dan PPAS, pembahasannya baik ditingkat komisi, rapat Banggar hingga paripurna pengesahan qanun APBA berjalan mulus.

Raqan Qanun RAPBA tahun 2019 terbagi atas pendapatan Aceh Rp15,435 triliun dan belanja Aceh Rp17,016 triliun atau defisit sebesar Rp1,580 triliun. Adapun untuk pembiayaan Aceh terdiri dari penerimaan mencapai Rp1,652 triliun, pengeluaran Aceh Rp72 miliar. Sehingga pembiayaan netto sebesar Rp1,580 triliun.

Komentar

Loading...