Unduh Aplikasi

Antropolog: Masyarakat Harus Bijak Menulis di Sosial Media

Antropolog: Masyarakat Harus Bijak Menulis di Sosial Media
Teuku Kemal Fasha. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Dosen danAntropolog Universitas Malikussaleh (Unimal), Teuku Kemal Fasha, menyebutkan kritikan atau tanggapan yang ditulis pengguna akun di sosial media terhadap suatu permasalahan yang terjadi saat ini harus lebih bijaksana. Pasalnya, dikhawatirkan akan menimbulkan sikap keebencian dalam diri individu atau kelompok lain yang masih netral.

“Kita sangat mengapresiasi kinerja pihak Kepolisian yang tanggap cepat mengamankan pengguna sosial media menyebarkan tulisan atau informasi yang ditujukan untuk menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di akun pribadi mereka,” kata Teuku Kemal Fasha kepada AJNN, Rabu (16/5).

Teuku Kemal Fasha menambahkan, dalam hal tersebut, menurutnya masyarakat sudah menunjukkan mereka itu sakit. Bahkan bisa dikatakan, jika mereka menulis kritikan yang mengandung isu SARA malah bisa disebut teroris juga walaupun dalam lingkup kecil. Karena, hal itu bisa menjadi virus bagi masyarakat lain.

“Sikap-sikap demikian,  kalau dimunculkan di media sosial bisa menjadi virus bagi orang lain,  dan memberi oksigen kepada kelompok teroris lain, dan kemudian juga membangun perasaan yang sama ditingkat masyarakat yang mungkin masih bersikap netral, jadi sangat tepat sikap polisi mengamankan dan kemudian memidanakan mereka,” ungkapnya.

Sambungnya, yang disayangkan saat ini yaitu, ada pejabat-pejabat publik yang juga menulis serta menunjukkan sikap empati kepada terorisme tersebut. dalam hal ini, penyakit di sosial media itu tidak hanya muncul dari masyarakat awam tetapi juga di masyarakat elit. Efek negatifnya nanti bisa merusak moral juga, bahwa perilaku tersebut akan menarik sikap kelompok lain yang masih netral.

“Dalam hal ini masyrakat harus lebih bijaksana dalam menggunakan dan menulis  di sosial media, tidak semua tanggapan kita terhadap kejadian publik itu bisa kita komentari sesuka hati,” tambahnya.

Teuku Kemal Pasha juga berharap, kepada aparat penegak hukum atau Kepolisian, tidak semua harus dibawa ke pidana atau krimalitas. Namun, untuk pejabat publik sendiri harus ada sanksi pidana atau sanksi dicopotnya jabatan, karena orang-orang seperti itu tidak pantas duduk di kursi pemerintahan.

Komentar

Loading...