Unduh Aplikasi

Antisipasi Difteri, Dinkes Banda Aceh Harus Tingkatkan Sosialisasi Vaksinasi

Antisipasi Difteri, Dinkes Banda Aceh Harus Tingkatkan Sosialisasi Vaksinasi
Bocah gejaka difteri dirujuk ke RSUDZA. Foto: Suar

BANDA ACEH - Penyebaran virus mematikan difteri di Aceh termasuk Banda Aceh semakin menghawatirkan. Menurut data awal Desember yang lalu, pasien difteri di RSUZA mencapai 90 orang dan empat diantaranya meninggal dunia. Bahkan secara nasional Aceh menduduki rangking keempat dalam KLB difteri.

Anggota DPRK Banda Aceh Teuku Iqbal Djohan mengharapkan dinas kesehatan setempat untuk semakin masif menyosialisasikan program vaksinasi di puskesmas-puskesmas.

“Hasil identifikasi pasien difteri yang berobat ke puskesmas dan RSU diseluruh Aceh, 90 persen penderita tidak pernah divaksinasi difteri. Sekarang di puskesmas-puskes vaksinasinya gratis, tapi kurang sosialisasi sehingga masyarakat kurang informasi tentang betapa pentingnya vaksinasi ini," kata Iqbal Djohan, Jumat (12/1).

Baca: Kasus Difteri di Aceh Jaya Bertambah

Gejala difteri, demam panas dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius, dalam tenggorokan muncul pesudomembran putih keabua-abuan, tak mudah dilepas dan mudah berdarah di faring, laring atau tonsil, susah menelan, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck), karena terjadi pembengkakan kelenjar leher dan sesak napas, disertai bunyi (stridor).

“Difteri termasuk penyakit menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa anak-anak dan orang dewasa. Pasien di Aceh sebagian besar anak-anak, karena penyebarannya sangat cepat seperti di sekolah, asrama dan pesantren,” ungkapnya.

Terakhir Iqbal Djohan juga berpesan agar masyarakat bisa cepat tanggap apabila orang di sekitarnya mengalami gejala difteri. Agar dapat segera diobati dan mencegah penularan yang lebih luas. Apabila ada yang tercurigai tertular difteri cepatlah berobat.

“Kami berharap Pemerintah Aceh dan Banda Aceh melalui dinas terkait untuk menegaskan pada masyarakat agar mengikuti program vaksin imunisasi cegah difteri. Masyarakat jangan takut ke Puskesmas untuk vaksinasi, mencegah lebih baik. Karena Difteri sangat berbahaya dan mematikan,” ujar Iqbal.

Komentar

Loading...