Angka Pengangguran di Aceh Barat Masih Tinggi

·
MEULABOH- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengakui masih tingginya angka pengangguran yang memicu tingginya angka kemiskinan di kabupaten itu.

Wakil Bupati Aceh Barat, H.Rahmat Fitri,HD Kepada AJNN Selasa,(13/10) mengatakan untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah akan memberdayakan desa dengan menjadikannya sebagai kawasan pembangunan strategis dalam pemberdayaan masyarakat secara umum.

Langkah itu akan ditempuh dengan memperbanyak pelatihan bagi masyarakat desa agar mampu memanfaatkan Sumber Daya Alam sekitar untuk dikelola dengan ketrampilan yang dimiliki.

"Untuk angkatan-angkatan kerja ini kan tentunya harus mempunyai skill. Jadi nanti ke depan baik Disbudparpora, Disperindagkop dan Dinsosnakertran ada pelatihan-pelatihan yang meningkatkan sumber daya mereka," kata Rahmad.

Upaya itu diyakini akan mampu mengurangi angka pengangguran terbuka yang dianggap sangat mengkwatirkan.

Hal lain yang akan didorong di tingkat desa, yaitu menggalakkan kegaiatan padat karya sektor pertanian yang mampu mendatangkan penghasilan bagi masyarakat desa sekitar.

Selain itu, untuk memacu masyarakat agar terus mengembangkan sektor pertanian, pemerintah meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) Aceh Barat untuk mau membeli hasil pertanian masyarakat di atas harga yang ditetapkan, sehingga dengan demikian semangat masyarakat dalam bidang pertanian semakin tinggi.

Apalagi menurutnya saat ini, Bulog bukan hanya membeli hasil pertanian berupa gabah milik petani, namun juga sudah menampung jenis komoditi lainnya seperti kacang tanah, jagung maupun kedelai.

Sementara itu kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Tansmigrasi (Dinsosnakertrans) Aceh Barat, Ir. Shah Triza Putra Utama, mengatakan hingga saat ini angka pengangguran terbuka yang tercatat di Dinas tersebut mencapai 9099 jiwa.

"Angka pencari kerja itu tercatat dengan rincian laki-laki 6021 dan Perempuan 3078,semua itu masih tercatat usia produktif. Dan ini tergolong tinggi," kata dia.

Selain angka tersebut, kata dia, baru-baru ini juga terjadi gelombang pemecatan besar besaran di beberapa perusahaan yang ada di Aceh Barat terutama perusahaan tambang.

Ia mencontohkan perusahaan tambang Cipta Kredatama yang baru-baru ini melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 163 orang.

Selain itu PT. MIfa juga mem-PHK 3 orang dan PDAM 1 orang.

Adanya PHK tersebut, kata dia, menambah angka pengangguran baru. Bahkan, kata dia, masih ada pengangguran terbuka lainnya yang tidak tercatat di Dinas tersebut terutama bagi lulusan-lulusan baru baik tingkat SMA maupun Perguruan Tinggi.

| DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...