Unduh Aplikasi

Anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara Dilaporkan ke Propam Polda

Anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara Dilaporkan ke Propam Polda
Ketua YARA memperlihatkan surat laporan ke Yanduan Bidpropam Polda Aceh. Foto: AJNN.Net/Tommy

BANDA ACEH - Anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara dilaporkan ke pihak Propam Polda Aceh oleh Syarifuddin seorang guru Sekolah Dasar (SD) Lhoksukon bersama kuasa hukumnya Safaruddin dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), sekira pukul 11.45 WIB, Kamis (28/2).

Safaruddin, selaku kuasa hukum menyebutkan warga Matang Kuli melaporkan anggota Satresnarkoba Polres Aceh Utara atas tindakan semena-mena yang dilakukan anggota Satresnarkoba terhadap guru SD itu.

Kejadian itu, kata Safaruddin berawal saat sejumlah personel Satresnarkoba Polres Aceh Utara melakukan penangkapan terhadap Syarifuddin di salah satu SPBU di Lhoksukon dan melakukan pemukulan.

"Pelaku ini korban salah tangkap, karena dituduh sebagai komplotan pengedar narkoba. Saat diperiksa ternyata tidak terbukti,," ujarnya.

Atas tindakan tersebut, lanjut Safaruddin korban merasa trauma, korban juga mengalami luka di bagian kaki dan pundaknya akibat diseret oleh anggota Polri itu.

"Polisi seharusnya bisa bertindak secara profesional jangan langsung main hakim sendiri yang pada kenyataannya bukan pelaku kriminal," ujarnya.

Syarifuddin guru SD yang berdomisili di Lhoksukon menceritakan kejadian tersebut terjadi pada 21 Februari 2019 sekira pukul 22.00 WIB saat itu sedang menunggu temannya untuk mengambil sepeda motor yang gadai kepada dirinya.

"Kami berjanji akan berjumpa di SPBU Lhoksukon. Teman saya ingin mengembalikan uang dan mengambil sepeda motor yang digadaikan kepada saya," kata Syarifuddin di kantor YARA Banda Aceh.

Saat sedang menunggu, lanjut Syarifuddin tiba-tiba datang lima orang dengan menggunakan mobil dan langsung menyeret masuk kedalam mobil. Satu diantaranya menggunakan sebo.

"Mereka juga sempat mengeluarkan pistol, saya dipaksa masuk ke mobil, namun saya melawan. Selang beberapa menit kemudian mereka melepaskan saya," ujarnya.

Pasca kejadian itu, lanjut Syarifuddin dirinya mendatangi polres dan berjumpa dengan Kasatres narkoba menanyakan prihal upaya penangkapannya.

"Saat itu pak Kasat mengakui atas kesalahan anggotanya dan meminta agar tindakan anggotanya itu dimaafkan. Meski begitu saya tidak terima tindakan mereka yang semena-mena terhadap masyarakat," ujarnya.

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...