Unduh Aplikasi

Anggota DPRK Nagan Ancam Polisikan PT Socfindo

Anggota DPRK Nagan Ancam Polisikan PT Socfindo
Ibrahim anggota DPRK Nagan Raya memperlihatkan sampel air dan bangkai ikan yang mati di Krueng Geutah, Sabtu (29/12/2018).

ACEH BARAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Nagan Raya, Ibrahim Idham mengancam melaporkan PT Socfindo jika terbukti mencemari Krueng Geutah dengan limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Ancaman disampaikan politis PPP tersebut usai mengunjungi Gampong Alue Bateung Broek, yang berada di Daerah Aliran Sungai Krueng Geutah.

“ Ini bisa kena pidana, dan saya akan laporkan ke Polisi jika nanti hasil uji lab terbukti air Krueng Geutah ini tercemar limbah,” kata Ibrahim, kepada wartawan, Sabtu, (29/12/2018).

Ibrahim yang didampingi Camat Darul Makmur Rahmattullah mengatakan sesuai informasi yang diterimanya dari warga, pencemaran di Krueng Geutah telah sering terjadi. Hal itu karena pihak PT Socfindo, membuka bak penampungan limbah PKS saat musim penghujan.

"Biasannya bak ini dibuka saat musim hujan, tapi ini karena sedang tidak banjir mereka buka maka ikan mati, seperti yang kita saksikan sama-sama saat ini," kata Ibrahim berang.

Ibrahim mengatakan pencemaran Krueng Geutah sangat merugikan masyarakat yang berdomisili di DAS Krueng Geutah. Tak hanya berdampak pada spesies ikan, pencemaran juga mengancam keselamatan warga yang kerap menggunakan air Krueng Geutah untuk aktivitas mandi, dan mencuci pakaian.

"Saya pernah mengunjungi lokasi penampungan PKS milik PT Scofindo namun pihak perusahaan selalu beralasan jika pengelolaan limbah mereka aman dan mematuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Tapi fakta yang kita temui hari ini berbeda dengan apa yang mereka sampaikan," kata Ibrahim.

Sementara itu Rahmattullah mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut ke Badan Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (BLHK) Kabupaten setempat. Pihaknya kata Rahmatullah juga telah menyerahkan sampel air Krueng Geutah ke BLHK untuk diperiksa di Laboraturium.

"BLHK yang akan membawa sample tersebut ke Banda Aceh untuk dilakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah tercemar limbah atau tidak. Memang banyak ikan yang mati sejak beberapa hari ini,” kata Rahmattullah.

Ribuan ikan mati di Krueng Geutah karena diduga tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit PT Socfindo. Namun dugaan enggan di komentari Kepala Pabrik PT Scofindo Seumayam, Ferdinand Munthe. Dia menyatakan akan mengambil sampel air untuk diteliti guna memastikan penyebab kematian ikan dan rasa gatal yang dikeluhkan warga. 

Baca: Ribuan Ikan Mati di Krueng Geutah, Diduga Tercemar Limbah PT Socfindo

“Saya akan pastikan apakah ada kebocoran pada kolam penampungan limbah milik kita. Dan kita juga sudah mengambil sample air untuk diuji di laboratorium,” kata Ferdinand Munthe.

 

 

 

Pemerintah Aceh - Pelantikan Dewan Pengurus Kadin
HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...