Unduh Aplikasi

Anak Gizi Buruk di Aceh Jaya Capai 18 Kasus

Anak Gizi Buruk di Aceh Jaya Capai 18 Kasus
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya, dr. Hasri. Foto: AJNN.Net/Suar

ACEH JAYA - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Jaya mencatat sebanyak 18 kasus anak yang mengalami gizi buruk sejak tahun 2017 sampai dengan Januari 2019. Data tersebut merupakan data rekapan dari semua puskesmas yang ada dalam Kabupaten Aceh Jaya

Pada tahun 2017, ada sebanyak 12 anak yang menderita gizi buruk, dan tahun 2018 ada dua anak, serta pada awal tahun 2019 ini tercatat sebanyak empat orang anak dengan masalah gizi buruk.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh Jaya dr. Hasri kepada AJNN menyampaikan dari 18 anak yang mengalami kasus gizi buruk, 11 anak masih dalam tahap perawatan, dan lima anak sudah sembuh, sedangkan ada dua anak lagi sudah meninggal dunia.

"Dua anak yang meninggal dunia itu selain menderita kasus stunting, juga mengalami penyakit kelainan jantung dan cairan di lambung hingga akhirnya meninggal dunia pada tahun 2017 dan 2018," kata dr. Hasri kepada AJNN, Kamis (7/3).

Ia juga menyampaikan bahwa gizi buruk tidak hanya terjadi setelah lahir, namun juga terjadi pada awal kehamilan, karena 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) selama sembilan bulan di dalam kandungan mulai dari pembentukan janin, anak harus mendapatkan asupan nutrisi dan juga gizi yang cukup serta ibu harus menjaga kesehatan sehingga tidak terjadi anemia.

"Gizi yang cukup tidak hanya dengan makanan yang enak saja, namun juga harus ada gizi yang seimbang seperti mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan," kata Hasri.

Selain itu, ia mengaku penanganan kasus anak gizi buruk ini tidak dapat diatasi oleh dinas kesehatan saja, namun harus ada keterlibatan dari berbagai pihak baik dinas pendidikan, dinas sosial, baitul mal, dinas pangan, dan pihak masyarakat itu sendiri.

"Kami juga berharap kepada masyarakat jika mendapatkan anak yang mengalami gizi buruk dan terlihat ada kelainan dari anak lainnya, agar segera melaporkan kepada dinas kesehatan atau puskesmas terdekat, sehingga dapat dilakukan penahanan sedini mungkin," ujar Hasri.

Eliminasi Malaria

Komentar

Loading...