Amankan Mudik, Polda Aceh Turunkan 848 Personil Gabungan

Amankan Mudik, Polda Aceh Turunkan 848 Personil Gabungan
Wakapolda Aceh memasangkan pita kepada personil POM AD dalam apel gelar pasukan operasi Rencong 2017 di Mapolda Aceh. Foto: Tommy

BANDA ACEH - Sebanyak 848 personil gabungan akan diturunkan dalam operasi Ramadniya 2017 untuk pengamanan lebaran Idul Fitri.

Wakapolda Aceh Brigjen Pol Bambang Soetjahjo menyebutkan personil yang dikerahkan itu merupakan tim gabungan dari Polri dan dibantu TNI serta Instansi terkait yang nantinya akan ditempatkan di sejumlah titik rawan kecelakaan, dan kriminalitas di wilayah Aceh.

"Fokus pengamanan kami selain untuk jalur mudik, juga titik-titik kriminalitas seperti pusat keramaian, kami ingin memberikan rasa nyaman kepada warga yang ingin mudi," katanya usai apel gelar pasukan operasi Rencong 2017 di Mapolda Aceh, Senin (19/6).

Selain itu, kata Wakapolda, dalam operasi Ramadniya tahun ini ada 71 pos pengamanan yang akan ditempatkan seluruh Aceh.

"Untuk jalur-jalur kecelakaan sudah dipetakan oleh Ditlantas Polda Aceh, disana nantinya akan kami dirikan pos pengamanan," ujarnya.

Pengamanan tahun ini, setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi perhatian yakni menjaga stabilitas harga, kondisi kamtibmas, serta keamanan kelancaran, serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

"Ada tiga atensi dari Presiden RI Joko Widodo yang menjadi perhatian dalam operasi Ramadniya tahun ini," katanya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, pihaknya akan meningkatakan kegiatan sambang dan patroli di beberapa lokasi seperti terminal, pelabuhan, pemukiman yang ditinggal pemiliknya, pusat perbelanjaan, bank dan tempat wisata.

"Satuan wilayah dapat memperbanyak spanduk yang dapat dilihat pengemudi agar mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan," jelasnya.

Operasi Ramadniya yang dilaksanakan selama 16 hari tersebut, pihaknya meminta kepada satuan wilayah untuk mampu menekan angka kejahatan konvensional, seperti pencurian dengan kekerasan rumah kosong, melalui peningkatan kegaitan preemtif, preventif dan represif.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...