Unduh Aplikasi

Am IMF-World Bank Group dan Produk Lokal

Am IMF-World Bank Group dan Produk Lokal
Penulis bersama penjual kopi di Bali. Foto: Ist

Oleh: Rustam Effendi

"Dek, bisa buat kopi espreso, sudah ngantuk ni," pinta saya pada seorang anak muda Bali disela-sela mengikuti acara Diseminasi Annual Meeting IMF-WBG 2018 hari ini, di sebuah hotel di kawasan Kuta, Bali.

Sang pemuda dengan sigap menjawab, "bisa, pak !,".

"Kopi apa ini? Dari daerah mana?," tanya saya lagi.

"Jenis kopi arabica, dari Daerah Kintamani, Bali," jawab si pemuda dengan jelas.

"Di Aceh, ada juga Kopi Gayo, kopi daerah saya," coba menerangkan padanya.

Sambil mengangguk dia tersenyum. Diakuinya, sering mendengar nama kopi itu. Ya, Kopi Gayo, siapa yang tidak kenal. Seorang peserta yang duduk di sebelah saya juga menyebut nikmatnya Kopi Gayo kita.

"Ada Kopi Gayo, di sini dek?," pancing saya.

Jawaban sang pemuda sedikit menyentak saya.

"Maaf, pak. Setiap event yang diadakan di daerah kami, Bali ini, hanya diutamakan suguhan produk lokal. Tidak menyajikan produk daerah-daerah lain," katanya. Dan, dia lanjutkan, "kalo untuk kopi, dari kawasan Kintamani yang paling disukai dan laris manis," imbuhnya dengan penuh semangat.

Saya beranjak sembari berujar dalam hati. Hebat sekali cara mereka di Bali mempromosikan produk daerahnya. Untuk hilangkan rasa gundah, saya seruput kopi espresso yang ditaburi gula merah itu.

Ada resah, namun tak perlu saya menggerutu. Duh...hhhh.

RE•ANVAYA, Kuta-Bali, 12•07•2018

Penulis Regional Opinion Maker pada Annual Meeting IMF-WORLD BANK GROUP 2018

Komentar

Loading...