Alim Ulama Minta Hotel Sabang Hill Segera Ditutup

·
Alim Ulama Minta Hotel Sabang Hill Segera Ditutup

SABANG - Aksi pengerebekan Hotel Sabang Hill pada malam menyambut tahun baru 2017 berbuntut panjang dan menuai kecaman keras dari para alim ulama Kota Sabang.

Mereka minta pemerintah setempat mencabut izin roperasional seeta menutup Hotel Sabang Hill dan pengelola hotel diproses secara hukum bila terbukti melanggar Qanun Syariat Islam.

Pernyataan tersebut disampaikan pada rapat koordinasi Polres Sabang bersama alim ulama perwakilan dari elemen masyarakat terdiri dari, pimpinan pondok pesantren, imam masjid dan meunasah, ketua MPU Kota Sabang M Yakub Saleh, Keuchik Gampong Kuta Barat Azhari serta sejumlah tokoh masyarakat Kota Sabang, yang dilaksanakan di Aula Dhira Brata Reskrim Polres Sabang, Jumat (6/1).

Pada pertemuan itu para alim ulama mengapresiasi serta menyatakan sikap mendukung penuh dan akan turut mengawal tindakan hukum yang dilakukan Polres Sabang agar tidak ada tebang pilih dalam penegakan Syariat Islam.

"Kami sangat mendukung apa yang sudah dilakukan pihak kepolisian terhadap proses hukum pengelola hotel dan temuan miras. Semua yang hadir di sini sudah pasti setuju operasional Hotel Sabang secepatnya ditutup," kata Ketua MPU Sabang, M Yakub Saleh

Terlebih kontrak sewa-menyewa Hotel Sabang Hill ternyata sudah berakhir bulan Juli 2016, namun masih beroperasi.

"Sudah jelas itu ilegal. Karenanya Pemko Sabang selaku pemilik aset harus bertindak segera mungkin, kalau namanya untuk kebaikan bersama tentunya bukan kita saja di sini mendukung tapi seluruh masyarakat Sabang semua pasti mendukung," kata M Yaku Saleh yang turut diamini alim ulama lainnya.

Kapolres Sabang AKBP Slamet Wahyudi SIK,MH yang memimpin rapat itu menerangkan kronologis atas tindakan razia Operasi Rencong, yang dilaksanakan pada malam pergantian tahun baru 2017 lalu. Dimana pada razia yang didukung Satpol-PP/WH Kota Sabang, dan Polisi Militer (POM) dari kesatuan TNI-AD dan TNI-AL, membubarkan kegiatan huburan Disc Jokey (DJ) dan ditemukannya miras.

Dijelaskan, awalnya aparat mendapat informasi dari masyarakat dan langsung disikapi pada pukul 00.15 WIB, Polres Sabang melaksanakan razia gabungan dalam rangka mengamankan malam tahun baru.

Razia tersebut merupakan “Operasi Rencong 2016” terhadap penginapan dan hotel-hotel yang ada di Kota Sabang, dan selanjutnya tim merazia Hotel Sabang Hill yang beralamat di Jalan Iskandar Muda, Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kecamatan Sukakarya Sabang.

"Saat tiba di Hotel Sabang Hill tim gabungan menemukan antara lain empat kaleng minuman keras (Khamar) jenis Bir Bintang, dalam kondisi masih tertutup yang disimpan di bawah meja ruang loby Hotel. Kemudian juga ditemukan dua kaleng kosong Bir bekas minuman di atas meja aula Hotel yang dijadikan sebagai tempat DJ.

Selanjutnya tim menemukan satu botol kosong minuman keras merek Anggur Merah, yang disimpan di balik tirai atau gorden tempat yang dijadikan sebagai ruangan DJ.
"Tim juga menemukan tiga buah gelas warna putih polos yang didalamnya berisi sisa minuman keras, gelas tersebut berada di atas meja ruangan yang digunakan pengelola hotel sebagai tempat DJ," kata Kapolres sambil menyebutkan secara rinci temuan tim.

Selain itu petugas juga mengamankan sembilan perempuan yang diduga ikut dalam kegiatan hiburan malam Disc Jokey.

Menanggapi keterangan itu, Tgk Bahar, yang juga pengurus MPU mengancam bila operasional Hotel Sabang Hill tidak segera dicabut masyarakat akan beraksi.

Menurut Tgk.Bahar, persoalan maksiat yang kerap dilakukan di Hotel Sabang Hill, bukan lagi rahasia umum bahkan sudah menjadi pembicaraan masyarakat sehari-hari. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, masih membiarkan hal itu berjalan sudah bertahun-tahun.

"Hari ini kami sangat bangga kepada pihak Kepolisian, begitu mengetahui sudah dilakukan penindakan, masyarakat memberi apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Sabang, yang telah menindak dugaan maksiat di Hotel Sabang Hill,"kata Tgk Bahar.

Sementara Kepala KTSP Kota Sabang Faisal, menjelaskan persoalan itu bukan hal baru, tetapi sudah berlarut-larut. Selama ini yang dilakukan hanya sebatas teguran biasa, tanpa ada penegasan yang positif sehingga pengelola menjadi manja.

Padahal hotel tersebut merupakan aset daerah yaitu milik Pemko Sabang, yang dikontrakkan kepada istri saudara Indra Yoesdiansyah alias Popon dengan masa kontrak berakhir pada bulan Juli 2016 lalu. Sebenarnya yang bersangkutan sudah tidak punya hak mengelola Hotel Sabang Hill itu lagi.

Untuk itu, guna mengembalikan milik pemerintah daerah tersebut kepada pemiliknya, maka pihak Pemko Sabang segera mengeluarkan surat pemutusan kontrak sekaligus, mengambil kunci, agar persoalan itu selesai.

“Kita semua sudah sepakat untuk dicabut izin, sekaligus menutup kegiatannya, jadi apalagi yang ditakutkan dan ditunggu-tunggu,"pintanya.

HUT Abdya ke 15

Komentar

Loading...