Aktivis Gayo Merdeka Kritik Tim Transisi Irwandi-Nova

Aktivis Gayo Merdeka Kritik Tim Transisi Irwandi-Nova
Foto surat tim transisi pemerintahan Irwandi-Nova

BANDA ACEH - Aktivis Gayo Merdeka menilai penunjukkan tim transisi Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah mengabaikan keterwakilan masyarakat Gayo. Harusnya, tim itu mengakomodir perwakilan daerah di seluruh Aceh, tidak terkecuali dari Gayo.

“Keputusan itu menyinggung perasaan masyarakat Gayo saat ini. Irwandi-Nova mengabaikan keterwakilan Gayo di tim ini. Karena itu, kami sepakat untuk membentuk gerakan dan menyuarakannya kepada rakyat Gayo bahwa bakal ada yang keliru dalam mengelola Pemerintahan Aceh ke depan,” kata aktivis Gayo Merdeka, Waladan Yoga, Kamis (8/6).

Sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017, Irwandi-Nova, membentuk tim yang mempersiapkan peralihan pemerintahan dari Zaini Abdullah-Muzakir. Sayangnya, tak ada nama-nama yang dianggap mewakili masyarakat Gayo meski Nova, Wakil Gubernur Aceh terpilih, adalah putra Gayo.

Waladan juga menampik pembelaan yang menyebutkan tim itu tidak berperan penting dalam merumuskan kebijakan Pemerintah Aceh di masa mendatang. Karenanya, ketiadaan wakil Gayo dalam tim itu dinilai melukai dan mendorong sikat tidak percaya masyarakat Gayo kepada pemerintahan tersebut.

“Di awal saja sudah begini keadaannya, bagaimana lagi nanti,” kata Waladan.

Baca: Beredar, Ini Nama-nama Tim Penyusun RPJM Irwandi-Nova

Tim ini dipimpin oleh bekas Sekretaris Daerah Aceh T Setia Budi. Tim ini menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2018 -2022. Tim dibagi ke dalam enam bidang, yakni kesejahteraan sosial, pendidikan dan kebudayaan, pembangunan berkelanjutan, bidang ketahanan dan pangan, bidang reformasi birokrasi dan sistem informasi, dan bidang pertumbuhan ekonomi.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...