Unduh Aplikasi

Aksi di Panwaslih Lhokseumawe, Warga Minta Pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Didiskualifikasi

Aksi di Panwaslih Lhokseumawe, Warga Minta Pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Didiskualifikasi
Aksi Demo dilakukan di depan kantor Panwaslih Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Penyelamat Suara Rakyat melakukan aksi damai di depan Kantor Panwaslih Kota Lhokseumawe, Jumat (17/5). Dalam aksi itu pihaknya meminta kepada Panitia Pengawas Pemilu Pusat (Panwasu) untuk mendiskualifikasi pasangan presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Penasehat Aliansi Penyelamat Suara Rakyat, Tgk Muslim At-Thahiri mengatakan, dalam aksi tersebut pihaknya mendesak supaya Panwaslih Lhokseumawe menyampaikan kepada Panwaslu pusat untuk mendiskualifikasi pasangan Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf karena sudah terbukti melakukan kecurangan secara struktur dan sistematis.

“Kecurangan ini sudah menjadi rahasia umum, kita bisa lihat bersama diantara kecurangan tersebut yakni DPT siluman itu tidak pernah diselesaikan sampai hari pencoblosan,” ungkapnya.

Sambungnya lagi, mengenai dengan terlibatnya oknum aparat dalam mendukung calon petahana itu bukan jadi rahasia lagi, baik kepala daerah tanpa cuti melibatkan untuk mendukung calon petahana, kemudian aparat oknum kepolisian,  dilibatkan untuk mendukung calon petahana ini jelas kecurangan dalam pemilu.

“Selain itu juga  menjadi tanda tanya besar kenapa hampir 600 korban nyawa dari anggota KPPS itu terkesan ditutupi, ada dokter yang ingin mengungkapkan hal tersebut, namun dipanggil dengan alasan sebagai saksi seakan seperti masalah itu tidak ingin diungkapkan,” jelasnya lagi.

Tambahnya, sebenarnya hal itu harus diungkapkan meskipun mati itu adalah ajal, akibatnya apa, sehingga menewaskan hampir 600 orang, karena tidak pernah sepanjang sejarah Indonesia orang meninggal dalam pemilu sebanyak itu.

“Kani harap Panwaslu pusat mendiskualifikasi capres 01  untuk kedaulatan NKRI dan rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Lhokseumawe, T Zulkarnaen mengatakan apa yang dilakukan masyarakat tersebut merupakan sesuatu yang dilindungi oleh undang-undang, menyampaikan pendapat di muka umum dan hadir disini bukan menjadi persoalan bagi pihaknya.

“Kalaupun disampaikan ada kecurangan maka kantor panwalih juga terbuka,  namun di dalam penyampaian tentu ada mekanisme dalam ketentuan yang  berlaku, lengkapi syarat formil dan materil, kami kaji, jika memenuhi unsur akan kita tindak lanjuti,” katanya.

Komentar

Loading...