Unduh Aplikasi

Akibat Rupiah Anjlok, Pengusaha Tempe Kurangi Ukuran

Akibat Rupiah Anjlok, Pengusaha Tempe Kurangi Ukuran
Sejumlah pekerja sedang mengolah kacang kedelai menjadi tempe siap jual di Kota Lhokseumawe. Sarina

LHOKSEUMAWE – Pengusaha tempe di Gampong Uteun Bayi, Kota Lhokseumawe terpaksa mengurangi ukuran karena kenaikan harga dolar akibat nilai tukar rupiah naik.

“Untuk perbedaan harga tempe tidak ada, cuma ukurannya kami perkecil dari pada ukuran biasanya,” kata pengusaha tempe, Jafar Usman kepada AJNN, Senin (10/9).

Jafar Usman menambahkan, sejak beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah melemah, sedangkan bahan baku kedelai masih impor. Kalau demikian secara otomatis harga kedelai mengalami kenaikan karena nilai tukar rupiah melemah.

“Dulunya kami beli kedelai jumlah dua kilo Rp14 ribu, kalau sekarang satu kilo setengah Rp 14 ribu,” ungkap Jafar.

Tambahnya, kacang kedelai yang dijadikan sebagai bahan baku tempe itu dipasok dari Kota Medan, sementara pasokan kacang di impor langsung dari Amerika, karena pasokan kacang kedelai lokal tidak ada.

“Kami berharap pemerintah dapat kembali menyetabilkan harga barang khususnya dalam hal ini kacang kedelai,” pungkasnya. 

Komentar

Loading...