Unduh Aplikasi

Akhir Pelarian Dek Bat, Bandar Sabu Jaringan Internasional

Akhir Pelarian Dek Bat, Bandar Sabu Jaringan Internasional
Ikbal Cs, bandar narkoba diamankan BNN, BNNP Aceh dan Kepolisian.

BANDA ACEH - Ikbal alias Dek Bat, bandar narkoba jenis sabu akhirnya ditangkap tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), BNNP Aceh serta Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh.

Dek Bat yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dtiangkap di kawasan desa Lamtutui, Peukan Bada, Aceh Besar bersama rekannya bernama Said.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser mengatakan tersangka Dek Bat merupakan buronan BNN yang kabur saat pengungkapan kasus 40 Kg sabu pada awal Januari 2018.

Baca: Kronologi Pengungkapan 40 Kg Sabu oleh BNN Pusat di Aceh

"Dalam pelariannya itu, tersangka Ikbal alias Dek Bat masih juga mendatangkan sabu sebanyak 20 Kg dari Malaysia," kata Brigjen Pol Faisal, Senin (12/2).

Penangkapan pelaku jaringan sabu Internasional ini, kata Brigjen Pol Faisal terungkap atas kerjasama Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Polisi Diraja Malaysia dengan BNN bahwa akan ada penyeludupan narkotika jenis sabu melalui jalur laut  wilayah Perairan Aceh Utara.

Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Faisal tim BNNP dan BNNK Langsa melakukan penangkapan seseorang bernama Edi di rumahnya di Gampong Kuala Keureuto, Aceh Utara. Dari pengeledahan, petugas menemukan 20 kilogram Sabu yang dibungkus di dalam bungkusan teh Cina. 

" Tersangka Edi bertugas menjemput sabu ditengah laut, saat kita tangkap di rumahnya ada 20 Kg Sabu," ujarnya.

Dari penyelidikan sementara, Dek Bat sudah empat kali memasok Sabu ke Aceh dengan total keseluruhan 107 kilogram.

"Pertama ada 30 kg sabu yang diseludupkan ke Aceh, memudian yang kedua 17 Kg serta 40 Kg Sabu dan yang terakhir 20 Kg," ujarnya.

Barang haram itu, kata Brigjen Pol Faisal berasal dari Malaysia diseludupkan dengan mengunakan jalur laut. 

"Dek Bat ini sudah sering memesan sabu, yang 40 Kg sudah ketahuan malah yang bersangkutan memesan lagi 20 kilogram," ungkapnya.

Radio Baiturrahman

Komentar

Loading...