Unduh Aplikasi

ACT Aceh Masih Terima Bantuan untuk Bangun Rumah Ibadah di Sulteng

ACT Aceh Masih Terima Bantuan untuk Bangun Rumah Ibadah di Sulteng
Kondisi rumah warga di Sulteng yang rusak pasca gempa-tsunami. Foto: Rahmat Fajri

SULAWESI TENGAH - Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh Husaini Ismail mengatakan pihaknya masih menerima sumbangan masyarakat Aceh untuk pembangunan rumah ibadah di wilayah bencana gempa, tsunami dan likuifaksi Palu, Sigi-Donggala.

Setelah ke lokasi, Husaini melihat banyak sekolah, masjid yang rusak tidak bisa dipergunakan lagi, banyak masyarakat salat di masjid sangat darurat seperti "Rangkang Blang" kalau di Aceh, bahkan anak-anak masih belum kembali belajar karena belum ada ruang tempat belajar.

"ACT Aceh masih menerima sumbangan masyarakat Aceh untuk mempercepat pembangunan rumah Ibadah," kata Husaini Ismail dalam keterangannya, Sabtu (3/11).

Selain pembangunan rumah ibadah, sumbangan itu nantinya juga diperuntukkan untuk membangun shelter (rumah huni), terhadap korban yang masih menginap dibawah tenda darurat dan juga sekolah.

"Sumbangan masyarakat untuk Palu dapat di kirim ke rekening bank atau dititipkan pada MRI yang disetiap kabupaten dan kota seluruh Aceh," ujarnya.

Husaini mengaku setelah mengelilingi lokasi bencana di Palu, Sigi dan Donggala banyak juga korban gempa, tsunami dan likuifaksi itu mulai dari anak-anak maupun orang tua dirawat di rumah sakit darurat serta tinggal di tenda yang tidak layak huni.

Sejauh ini, lanjut Husaini, ACT sudah mulai membangun tiga titik lokasi ICS atau komplek yang terintegrasi dimana ada rumah, masjid, sekolah dan tempat bermain anak.

"Target rumah ahelter 1.000 unit untuk wilayah Palu, Sigi dan Donggala," katanya.

HUT AJNN 6th - Inspektorat Aceh Jaya
HUT AJNN 6th - DPC Demokrat Aceh Jaya

Komentar

Loading...