Aceh Teuga, Aceh Tega

Aceh Teuga, Aceh Tega
Ilustrasi.

LAPANGAN sepak bola di Stadion Harapan Bangsa menjadi saksi bahwa betapa pun besarnya anggaran penyelenggaraan, tanpa rencana dan kalkulasi matang tidak akan berbuah maksimal. Menjadi penegas bahwa segala sesuatu tak bisa dilakukan dengan spontan. Meski mengantongi uang yang banyak.

Di stadion ini telah digelar sebuah turnamen sepak bola internasional: Aceh World Solidarity Cup. Dari 1 sampai 6 Desember 2017. Pemerintah Aceh sudah mengelontorkan anggaran Rp 2,5 miliar untuk menggelarnya. Ini diklaim sebagai salah satu program andalan: Aceh Teuga milik Pemerintahan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah.

Aceh Teuga mempunyai misi untuk mengembalikan dan meningkatkan prestasi olahraga Aceh, salah satunya melalui peningkatan frekuensi even kompetisi olahraga untuk menjaring bibit-bibit unggul. Inilah di antara yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Aceh World Solidarity Cup.

Pemerintah juga sesumbar bahwa ini adalah even sepak bola bertaraf internasional pertama level timnas yang diadakan di Aceh. AWSC awalnya direncanakan untuk diikuti oleh negara Jepang, Thailand, Vietnam serta Indonesia sebagai tuan rumah. Namun karena bersamaan dengan kalender kegiatan FIFA, maka sejumlah negara tidak dapat mengikuti turnamen di Aceh.

Negara yang akhirnya melakukan konfirmasi terhadap undangan dari PSSI adalah Kyrgyztan, Mongolia, dan Brunei Darussalam. Lantas dengan mudah, pemerintah mengatakan bahwa ini adalah upaya untuk menerangkan kepada dunia bahwa Aceh bukan daerah rawan. Irwandi sendiri, sang gubernur, mengatakan bahwa Aceh lebih aman dari pada daerah lain di Indonesia.

Satu sisi menonjol dalam acara ini adalah kemampuannya menghabiskan anggaran daerah. Ini sangat berbanding dengan kemampuan satuan perangkat daerah dalam menyerap anggaran. Bahkan untuk menghabiskan dana buat belanja aparatur saja, pemerintah kesulitan. Sulit sekali rasanya melihat Pemerintah Aceh tega memperlakukan rakyatnnya dengan cara-cara seperti ini.

data-ad-format="auto">

Komentar

Loading...