Unduh Aplikasi

70 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan di Lhokseumawe

70 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan di Lhokseumawe
Pemusnahan bawang illegal di TPA Alue Lim, Lhokseumawe. Foto: AJNN.Net/Sarina

LHOKSEUMAWE - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe memusnahkan 70 ton bawang merah impor illegal hasil sitaan 14 April 2019 lalu.

Meskipun pemusnahan awal dilakukan secara simbolis dengan cara dibakar di Gudang Bulog, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, namun sebagian besar kemudian di bawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong ALue Lim, kota setempat serta dimusnhakan dengan cara ditimbun.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Lhokseumawe, Suparyanto mengatakan, bawang merah impor illegal yang dimusnahkan tersebut, merupakan hasil penindakan dari tim patroli dan berhasil ditangkap di perairan Jambo Aye, Aceh Utara.

“Ini prosesnya diperkirakan sudah satu bulan lebih, awal mula ditangkap pada 15 April 2019 lalu, bawang-bawang ini dibawa menggunakan dua Kapal Motor (KM) Sinar Rahmat Laot GT 25 bernomor 3105/PPF, di kapal ini kita amankan sebanyak 1.748 karung, dan per karung berisi 20 kilogram.Kemudian di Kapala Motor Samudra Al Mubarakah GT 45 bernomor 1385/PPF kita amankan 3.872 karung, per karung berisikan 10 kilogram,” katanya kepada awak Media.

Sambungnya lagi, selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga berhasil membekuk dua nahkoda yang bertanggungjawab atas barang bawaan tersebut. Kedua nahkoda tersebut berinisial M dan SY yang merupakan warga Kabupaten Aceh Timur. Dan saat ini keduanya sudah di titipkan di Lapas Lhoksukon.

“Sebelum melakukan pemusnahan ini kita sudah melakukan uji laboratorium dan bawang-bawang ini memang tidak layak untuk dikonsumsi lagi,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk menekan kembali masuknya barang impor illegal, pihanya akan terus berkoordinasi dengan jajaran TNI AL, dan juga Pol Airud, pihaknya juga membuka ruang informasi kepada masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui dan penyeludupan barang illegal.

“Mungkin untuk kendala bagi kami saat ini disegi operasional, namun tidak mengurangi intensitas kami untuk terus berpatroli guna melindungi masyarakat dan petani local dari serbuan barang-barang illegal yang masuk,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, Miswar, mengapresiasi kinerja petugas yang sudah berhasil menangkap dan mengamankan barang impor illegal tersebut. Sehingga petani local bisa berkiprah dalam dunia dagangnya, tanpa harus dihantui oleh barang impor illegal.

“Kalau bawang illegal ini terus masuk maka petani tidak akan mau menanam lagi, pasalnya akan sangat berperngaruh pada harganya di pasaran, kita juga akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk melakukan penanaman bawang dan komuditas lainnya guna untuk dikonsumsi,” imbuhnya.

Komentar

Loading...