Unduh Aplikasi

677 Pelajar Se Aceh Bersaing Diajang Pentas PAI 2019

677 Pelajar Se Aceh Bersaing Diajang Pentas PAI 2019
Foto: Pemukulan gong pembukaan Pentas PAI 2019 oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, H M Daud Pakeh  

BANDA ACEH - Sebanyak 677 pelajar dari 23 kabupaten/kota Se Aceh mengikuti Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) ke 4 tahun 2019 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh.

Kegiatan yang berlangsung sejak 9 sampai 15 September 2019 yang terpusat di taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh ini diikuti para pelajar mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah atas.

"Peserta PAI ini diikuti 677 peserta. Mulai dari pelajar SD, SMP, SMA dan SMK. Semua kabupaten/kota di Aceh ikut, tidak ada yang absen tahun ini," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, M Daud Pakeh kepada wartawan usai pembukaan PAI, Selasa malam (10/9).

Daud Pakeh mengatakan, event yang telah menjadi program rutin ini merupakan ajang dan ruang sinergis yang sangat penting, antara Kementerian Agama dengan pemerintah kabupaten/kota se Aceh, terutama Dinas Pendidikan.

Kerjasama sinergis ini merupakan sebuah keniscayaan dan keharusan, karena persoalan pendidikan baik itu pendidikan agama, umum dan kualitas generasi bangsa merupakan tugas bersama selaku penyelenggara negara.

Menurut Daud, kualitas pendidikan Aceh harus terus meningkat dan juga merata dapat dinikmati oleh seluruh anak negeri, baik dari kota maupun di pedalaman, ini menjadi tanggung jawab bersama.

"Dalam Wujudkan Pendidikan yang berkarakter, guru, sarana dan prasarana merata di pedalaman pelosok wilayah Aceh," ujarnya.

Pentas PAI tingkat provinsi kali ini adalah gelaran yang ke-4 di Aceh. Setelah 2017 lalu sukses melaksanakan kegiatan PAI ke-3 dan telah mampu meraih prestasi menjadi juara umum tingkat nasional selaku tuan rumah.

Daud menyebutkan, Pentas PAI 2019 mengambil yang bertajuk keberagamaan generasi millenial yang moderat ini secara umum memiliki tiga hal yaitu kreatif, percaya diri dan pandai bersosialisi, termasuk fasih dalam bermedia sosial.

"Melihat potensi tersebut, maka kita semua harus mampu memahami karakter, memfasilitasi potensi yang dimiliki generasi millenial sekaligus membekalinya dengan panduan, norma yang mampu menjadi generasi kuat baik dalam hal pemahaman keagamaan, teknologi, kreatifitas dan keberanian berkompetisi secara sehat dan berprestasi," tuturnya.

Daud Pakeh berharap, kegiatan ini dapat meningkatan mutu dan prestasi PAI saat ini harus jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan khususnya pendidikan agama islam, pemerintah terus saling berkordinasi dan bekerjasama melakukan diskusi, mencari solusi atas persoalan penting menyangkut peningkatan kualitas putra putri generasi milenial Aceh.

"Bukan hanya cerdas intelektual saja tapi juga faham dan mampu mengaktualisasikan diri menjadi generasi millenial yang moderat dan cinta perdamaian," harap Daud Pakeh.

Berikut rincian cabang lomba yang akan ditampilkan dalam Pentas PAI 2019 ini yakni lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), pidato Pendidikan Agama Islam (LP-PAI). Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ), Cerdas Cermat PAI (LCC-PAI), lomba Kaligrafi Islam (LKI) khusus tingkat SMP.

Kemudian, Lomba Seni Nasyid (LSN), Debat PAI (LD-PAI), Kreasi Busana (LKB), Penulisan Cerita Islam (di seleksi oleh pusat), dan Lomba Penulisan KIR PAI tingkat SMA (juga diseleksi oleh pusat).

Komentar

Loading...