Unduh Aplikasi

16 Nelayan Aceh Timur Ditahan karena Masalah Imigrasi

16 Nelayan Aceh Timur Ditahan karena Masalah Imigrasi
Ilustrasi. Foto: Okezone

BANDA ACEH - Pelanggaran imigrasi diduga menjadi penyebab penahanan 16 nelayan Aceh Timur oleh polisi di Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar (sebelumnya disebutkan perbatasan Thailand).

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yangon membenarkan informasi penahanan tersebut setelah berkordinasi dengan Kepala Polair Kawthaung.

"Penahanan kapal sejauh ini karena masalah imigrasi (masuk ke perairan Myanmar tanpa izin)," kata Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek kepada AJNN, Jumat (9/11).

Menurut Miftah, sesuai informasi diperoleh pihaknya, KBRI telah berkordinasi dengan Kepolisian Laut dan Kementerian Luar Negeri Myanmar untuk mendapatkan akses kekonsuleran. "Hari ini (9/11) KBRI telah menyampaikan nota verbal ke Kemlu Myanmar,"ujar Miftah.

Baca:16 Nelayan Aceh Timur Ditangkap di Perairan Thailand

Namun demikian kata Miftah, hingga Jumat malam KBRI belum mendapatkan informasi secara detail terkait penangkapan dan belum mendapatkan akses untuk berkomunikasi dengan para ABK.

"Dugaan adanya 1 ABK meninggal masih simpang siur dan belum terkonfirmasi oleh otoritas Myanmar. Tapi penahanan dibenarkan Kepala Polair Kawthaung. 16 ABK ditahan di Kantor Polisi Kawthaung," ujar Miftah.

Miftah menambahkan sambil menunggu konfirmasi Kemlu Myanmar, KBRI Yangon rencanannya akan berangkat menuju kota Kawthaung melalui jalan darat yang menempuh perjalan sekitar 21 jam dari Yangon.

"Moda transportasi ini ditempuh mengingat saat ini Myanmar sedang peak season turisme (puncak musim turisme), jadi tiket pesawat ke daerah tujuan wisata termasuk kawthaung umumnya sudah yang sold out (habis terjual). Diperkirakan pertemuan dengan 16 ABK baru berlangsung Sabtu 10 November 2011," kata Miftah mengutip informasi yang diterima lembaga Panglima Laot Aceh.

Seperti diberitakan sebelumnya, 16 nelayan Aceh diduga ditangkap di perairan yang berbatasan dengan Thailand, sejak Selasa (06/11). Para nelayan asal Aceh Timur itu diketahui ditangkap karena tidak dapat dihubungi pihak keluarga.

Pemberitahuan Mulai Tender/Seleksi Sekda Aceh

Komentar

Loading...