Unduh Aplikasi

12 Keuchik di Pidie Jaya Gagal Dilantik

12 Keuchik di Pidie Jaya Gagal Dilantik
Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi melantik dan mengambil sumpah keuchik terpilih dalam Kabupaten Pidie Jaya. Foto: AJNN.Net/Muksal

PIDIE JAYA - Dari 81 gampong dalam Kabupaten Pidie Jaya yang melaksanakan pemilihan Kepala Desa (Keuchik) pada Selasa 18 Desember 2018 lalu, hanya 69 keuchik yang dilantik.

Pelantikan dan pengambilan sumpah keuchik terpilih itu dilakukan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi di Aula Cot Trieng kantor bupati setempat, Senin (21/1).

Kepala Bagian Pemerintahan Sekdakab Pidie Jaya, Muslim Khadri kepada AJNN mengatakan, pelantikan dan pengambilan sumpah keuchik terpilih dari ini sebanyak 69 keuchik dari 81 gampong yang melakukan pemilihan keuchik.

Sebanyak 12 gampong tidak dapat dilakukan pelantikan hari ini, katanya, lima gampong masih dijabat oleh keuchik yang belum habis masa jabatannya. Dua keuchik terpilih meninggal dunia, satu gampong tidak mencukupi syarat, dan satu gampong tidak ada calon.

"Lima keuchik belum berakhir masa jabatannya, jadi tidak dilantik hari ini, mereka akan dilantik ketika masa jabatan sebelumnya habis. Dua meninggal dunia. Gampong Mulieng tidak ada calon. Dan Gampong Mee Peuduek tidak cukup pemilihnya. Selebihnya akan dilantik pada awal Februari mendatang," kata Muslem usai pelantikan dan pengambilan sumpah keuchik terpilih dalam Kabupaten Pidie Jaya.

Muslem menjelaskan, dua keuchik terpilih yang meninggal tersebut adalah Keuchik Gampong Cut Nyong, Kecamatan Bandar Baru, dan Keuchik Gampong Buket Teungeh, Kecamatan Jangka Buya. Sementara gampong yang tidak ada peserta atau calon keuchik adalah Gampong Mulieng, Kecamatan Meureudu.

Sedangkan Gampong Mee Peuduek, pemilihan di gampong tersebut dinyatakan gagal, karena pasrtispasi pemilih tidak sampai 50 persen sebagaimana peraturan yang berlaku.

"Peraturannya yang harus memilih kan minimal 50 persen, sedangkan di Gampong Mee Peuduek hanya diikuti sekitar 30 persen pemilih dari total pemilih di gampong tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Aiyub Abbas dalam sambutannya meminta keuchik yang telah dilantik hari ini agar segera menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) 2019.

"Hari ini para keuchik yang sudah dilantik agar langsung mulai bekerja. Saat sudah bekerja, Keuchik untuk tidak terlanjur dan tidak terlalu lembek," pinta Aiyub Abbas.

Dikatakan Aiyub Abbas, dengan dana desa tahun 2019 dirinya akan mengelurkan Perbup dan surat keputusan untuk mengalokasi pembangunan rumah layak huni bagi fakir miskin sebanyak empat unit setiap gampong. Satu unit rumah tersebut anggarannya Rp 50 juta. Dan Rehab juga sebanyak empat unit yang tiap rumah dianggarkan Rp 25 juta serta rumah-rumah masyarakat yang belum memiliki toilet untuk dianggarkan anggaran Rp 5 juta setiap rumah.

Bupati Pidie Jaya berharap, dengan dikeluarkan Perbup tersebut, setidaknya Kabupaten 'seribu dayah' itu dapat keluar dari kabupaten termiskin di Aceh, minimal berada di nomor 10 di Provinsi Aceh.

"Untuk pembangunan rumah layak huni dan fakir miskin dan sehat ini, keuchik lah yang mengetahui karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Keuchik tidak boleh membangun rumah untuk tim suksesnya jika mereka tidak berhak. Tapi harus benar-benar untuk masyarakat yang membutuhkan rumah," tegas pria yang biasa disapa Abua Muda itu.

Sabang Marine 2019

Komentar

Loading...